Kamis, 18 Oktober 2007

energi dan sumber daya alam

Briket Batubara Sebagai Alternatif Pengganti Minyak
Tanah
Oleh beritaiptek

Akhir-akhir ini harga bahan bakar minyak dunia
meningkat pesat yang berdampak pada meningkatnya
harga jual bahan bakar minyak termasuk minyak tanah.
Minyak tanah di Indonesia yang selama ini di subsidi
menjadi beban yang sangat berat bagi pemerintah
Indonesia karena nilai subsidinya meningkat pesat
menjadi lebih dari 49 trilun rupiah per tahun dengan
penggunaan lebih kurang 10 juta kilo liter per
tahun. Untuk mengurangi beban subsidi tersebut maka
pemerintah berusaha mengurangi subsidi yang ada
dialihkan menjadi subsidi langsung kepada masyarakat
miskin. Namun untuk mengantisipasi kenaikan harga
BBM dalam hal ini Minyak Tanah diperlukan bahan
bakar alternatif yang murah dan mudah didapat. 

Briket batubara merupakan bahan bakar padat yang
terbuat dari batubara, bahan bakar padat ini
murupakan bahan bakar alternatif atau merupakan
pengganti Minyak tanah yang paling murah dan
dimungkinkan untuk dikembangkan secara masal dalam
waktu yang relatif singkat mengingat teknologi dan
peralatan yang digunakan relatif sederhana. 

Briket Batubara

Briket batubara adalah bahan bakar padat yang terbuat
dari batubara dengan sedikit campuran seperti tanah
liat dan tapioka. Briket batubara mampu menggantikan
sebagian dari kegunaan Minyak tanah sepeti untuk :
Pengolahan makanan, pengeringan, pembakaran, dan
pemanasan. Bahan baku utama Briket batubara adalah
batubara yang sumbernya berlimpah di Indonesia dan
mempunyai cadangan untuk selama lebih kurang 150
tahun.

Teknologi pembuatan briket tidaklah terlalu rumit dan
dapat dikembangkan oleh masyarakat maupun pihak swasta
dalam waktu singkat. Sebetulnya di Indonesia telah
mengembangkan briket batubara sejak tahun 1994 namun
tidak dapat berkembang dengan baik mengingat Minyak
tanah masih disubsidi sehingga harganya masih sangat
murah, sehingga masyarakat lebih memilih Minyak tanah
untuk bahan bakar sehari-hari. Namun dengan kenaikan
harga BBM per 1 Oktober 2005, mau tidak mau
masyasrakat harus berpaling pada bahan bakar
alternatif yang lebih murah seperti Briket Batubara.

Jenis Briket batubara

1. Jenis Berkarbonisasi (super), jenis ini mengalami
terlebih dahulu proses dikarbonisasi sebelum menjadi
Briket. Dengan proses karbonisasi zat-zat terbang yang
terkandung dalam Briket Batubara tersebut diturunkan
serendah mungkin sehingga produk akhirnya tidak
berbau an berasap, namun biaya produksi menjadi
meningkat karena pada Batubara tersebut terjadi
rendemen sebesar 50%. Briket ini cocok untuk digunakan
untuk keperluan rumah tangga serta lebih aman dalam
penggunaannya. 

2. Jenis Non Karbonisasi (biasa), jenis yang ini tidak
mengalamai dikarbonisasi sebelum diproses menjadi
Briket dan harganyapun lebih murah. Karena zat
terbangnya masih terkandung dalam Briket Batubara
maka pada penggunaannya lebih baik menggunakan tungku
(bukan kompor) sehingga akan menghasilkan pembakaran
yang sempurna dimana seluruh zat terbang yang muncul
dari Briket akan habis terbakar oleh lidah api
dipermukaan tungku. Briket ini umumnya digunakan untuk
industri kecil.

Produsen terbesar Briket Batubara di Indonesia saat
ini adalah PT. Tambang Batubara Bukit Asam
(Persero), atau PT. BA yang mempunyai 3 pabrik yaitu
di Tanjung Enim Sumatera Selatan, Bandar Lampung dan
Gresik Jawa Timur dengan kapasitas terpasang 115.000
ton pertahun. Disamping PT. BA terdapat beberpa
perusahaan swasta lain yang meproduksi Briket Batubara
namun jumlahnya jauh lebih kecil dibanding PT. BA dan
belum berproduksi secara kontinyu.

Dengan adanya kenaikan BBM khususnya Minyak Tanah dan
Solar, tentunya penggunaan Briket Batubara oleh
kalangan rumah tangga maupun industri kecil/menengah
akan lebih ekonomis dan menguntungkan, namun demikian
kemampuan produksi dari PT. BA. masih sangat kecil,
untuk mengatasi kekurangan tersebut diharapkan
partisipasi serta keikutsertaan pihak swasta untuk
memproduksi dan mensosialisasikan penggunaan Briket
Batubara disetiap daerah.

Keunggulan Briket Batubara

1. Lebih murah
2. Panas yang tinggi dan kontinyu sehingga sangat baik
untk pembakaran yang lama
3. Tidak beresiko meledak/terbakar
4. Tidak mengeluarkan sauara bising serta tidak
berjelaga
5. Sumber Batubara berlimpah

Perbandingan Pemakaian Minyak Tanah dengan Briket

Rumah tangga untuk 3 ltr/hari Minyak tanah Rp.
9000/hari; Briket Rp. 5400/hari; Penghematan Rp.
3600/hari. Warung makan untuk 10 ltr/hari Minyak Tanah
Rp. 30.000/hari; Briket Rp. 18.000/hari; Penghematan
Rp. 12.000/hari. Industri kecil untuk 25 ltr/hari
Minyak Tanah Rp. 75.000/hari; Briket 45.000/hari;
Penghematan Rp. 30.000/hari
Industri kecil untuk 100 ltr/hari Minyak Tanah Rp.
2.000.000/hari; Briket Rp. 1.502.450/hari; Penghematan
Rp. 497.550/hari.

Parameter Antara Minyak Tanah dan Briket

Nilai kalori : Minyak Tanah 9.000 kkal/ltr; Briket :
5.400 kkal/kg
Ekivalen : Minyak Tanah 1 ltr; Briket 1.50 kg
Biaya : Minyak Tanah Rp. 2800,- Briket : Rp. 1.300

Jenis dan Ukuran Briket batubara

1. Bentuk telur : sebesar telu ayam
2. Bentuk kubus : 12,5 x 12,5 x 5 cm
3. Bentuk selinder : 7 cm (tinggi) x 12 cm garis
tengah

Briket bentuk telur cocok untuk keperluan rumah tangga
atau rumah makan, sedangkan bentuk kubus dan selinder
digunakan untuk kalangan industri kecil/menengah.

Kompor/Tungku Briket Batubara

Penggunaan Briket Batubara harus dibarengi serta
disiapkan Kompor atau Tungku, jenis dan ukuran Kompor
harus disesuaikan dengan kebutuhan. Pada prinsipnya
Kompor/Tungku terdidri atas 2 jenis :

1. Tungku/Kompor portabel, jenis ini pada umumnya
memuat briket antara 1 s/d 8 kg serta dapat
dipindah-pindahkan. Jenis ini digunakan untuk
keperluan rumah tangga atau rumah makan.
2. Tungku/Kompor Permanen, biasanya memuat lebih dari
8 kg briket dibuat secara permanen. Jenis ini
dipergunakan untuk industri kecil/menengah.

Persyaratan Kompor/tungku harus memiliki :
1. Ada ruang bakar untuk briket
2. Adanya aliran udara (oksigen) dari lubang bawah
menuju lubang atas dengan melewati raung bakar briket
yang terdiri dari aliran udara primer dan sekunder
3. Ada rung untuk menampung abu briket yang terleak di
bawah ruang bakar briket

Pengembangan produksi Briket batubara dan
kompor/tungku sampai saat ini pihak BPP Teknologi
melalui Balai Besar Teknologi Energi (B2TE) telah lama
mengembangkan dan men-disain mesin untuk memproduksi
Briket Batubara skala kecil/menengah dengan kapsitas
produksi sebesar 2 s/d 8 ton/hari. Dengan demikian
industri briket sakala kecil/menengah ini diharapkan
bisa tersebar di sentra-sentra pengguna Briket
Batubara sehingga mudah dalam penyediaan briket secara
kontinyu. Disamping itu pula BPP Teknologi telah
mengembangkan jenis-jenis Kompor/Tungku Briket untuk
keperluan rumah tangga, rumah makan serta industri
kecil/menengah. Penjelasan lengkap silahkan akses
www.ristek.go.id (sumber : PT. BA, BPPT)


________________________________________________________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

kimia

Bagaimana Kromatografi Bekerja dalam Mendeteksi Ion
Oleh Muhammad Amin

Pendeteksian kation (Na+, NH4+, K+, Mg2+, dan Ca2+)
dan/atau anion (Cl-, NO3-, dan SO42-) anorganik yang
umum yang terdapat dalam sampel air alam (natural
water samples) seperti air hujan, air danau, air
permukaan tanah, air kolam, air sungai serta jenis air
alam lainnya, menjadi penting dilakukan secara
berkelanjutan�untuk terus mengevaluasi dan memonitor
kualitas air alam�tersebut. Ini dikarenakan
bahwa�sehat dan sakitnya�manusia�bergantung pada
kualitas air ini sebagai salah satu kebutuhan primer
hidup manusia. Dengan mengetahui secara dini, maka
gejala penyakit akibat kualitas air yang buruk dapat
dicegah secara dini pula. Termasuk di dalamnya
adalah�terkontaminasi atau tidaknya air, perlu
mendapat kepastian [1-9].

Kebutuhan untuk pendeteksian anion dan kation dalam
berbagai sampel air lingkungan semakin pesat seiring
dengan meningkatnya masalah lingkungan (environmental
problems) dan saatnya dibutuhkan metode analisis yang
tepat, cepat, sederhana (simple) dan dapat memberikan
data analisis yang akurat.

Deteksi ion ini juga telah menjadi salah satu kajian
ilmu yang menarik, apalagi di dalamnya ada unsur
"seni". Dikarenakan di samping�ada tuntutan�untuk
mengembangkan metode analisis ke metode�yang lebih
baik juga karena sasaran utamanya adalah kualitas
lingkungan, sehingga kita dapat "puas" dengan
mengetahui kondisi riil lingkungan sekitar kita.

Teknik analisis konvensional�

Selama bertahun-tahun lamanya, para pekerja
laboratorium menentukan logam/ion dengan hanya
menggunakan teknik konvensional yang sudah lama
berkembang. Beberapa di antaranya seperti metode
spektrometri atom (atomic spectroscopy method), baik
yang bersifat serapan maupun emisi. Teknik analisis
ini bekerja efektif dalam penentuan konsentrasi
ion-ion logam dalam level pengukuran yang kecil dalam
sebuah sampel. Sistem ini mengandalkan nyala api
(flame) yang berfungsi sebagai alat penyemprot
(atomizer).

Demikian halnya pada teknik analisis seperti Ion
Selective Electrodes, Neutron Activation Analysis, dan
lain-lain. Ada lagi teknik analisis logam/ion yang
klasik (furui) yang biasa dikenal seperti gravimetri,
titrasi, turbidimetri, kolorimetri, dan lain-lain.
Namun�semua teknik ini, baik yang konvensional
maupun klasik mempunyai pendeteksian yang terbatas
(limited detection) serta membutuhkan waktu yang lama
untuk menentukan konsentrasi suatu ion tertentu dalam
sampel. Dikatakan lama karena pendeteksiannya dengan
sistem per ion/logam. Lebih daripada itu, penggunaan
metode ini memberikan keakuratan hasil analisis yang
rendah.

Analisis menggunakan kromatogafi ion

Kromatografi ion, yang merupakan salah satu bagian
dari bidang ilmu kromatografi adalah sebuah teknik
analisis yang sekarang ini menjadi sangat populer dan
"terbaru" serta telah digunakan di banyak bidang
pengetahuan sebagai teknik dasar untuk memisahkan dan
menentukan anion dan/atau kation.�Penggunaan dari
teknik ini banyak diaplikasikan dalam menganalisis di
sejumlah jenis sampel air alam sebagai bentuk
monitoring terhadap kondisi lingkungan sekitar.

Lebih dari 3 dekade lamanya, tepatnya 1975, penggunaan
metode analisis kromatografi ion berkembang pesat
sejak kali pertama�diperkenalkan oleh Hamish Small
dan timnya. Small bersama timnya berhasil mendeteksi
dan memisahkan sejumlah kation seperti kation logam
alkali (alkali metal) seperti : Li+, Na+, K+, Rb+,
Cs+) kemudian mengaplikasinnya dalam sampel air
kencing manusia (human urine), serum darah anjing
(dog's blood serum) serta beberapa sampel minuman jus
(orange and grape juices). Mereka menggunakan kolom
pemisah sebagai fase diam (stationary phase) yang di
dalamnya diisi resin (resin-H+ dan resin-OH-).

Sementara untuk eluent sebagai fase gerak (mobile
phase) digunakan HCl. Beberapa resin�lain juga
dicobakannya antara lain resin-Ag+, resin-Cu2+,
resin-Cl- dan sejumlah resin lainnya. Hasil
penemuannya ini kemudian dipublikasikannya di salah
satu jurnal bergensi untuk bidang kimia analitik,
Anal. Chem. 47 (1975) 1801,�pada September
1975.�Terpublikasinya hasil penelitian mereka ini di
jurnal tingkat Internasional menandai dimulainya era
baru teknik kromatografi ion[1].

Kendala klasik yang dihadapi kromatografer

Secara umum, anion dan kation selalu dipisahkan dan
dideteksi secara terpisah dengan menggunakan sistem
analisis yang terpisah (different systems) pula.
Padahal sangat penting dilakukan pendeteksian secara
serempak (simultaneous) antara anion dan kation
dalam�sekali injek (injection) untuk sebuah sampel.
Beberapa kelebihan di antaranya dapat menekan biaya
operasional (operational cost), memperkecil jumlah
limbah (waste) saat analisis berlangsung, memperpendek
waktu analisis (short time analysis) serta dapat
memaksimalkan hasil yang diinginkan.

Banyak metode yang telah dicoba untuk dikembangkan
oleh para kromatografer (para penggemar kromatografi),
di antaranya dengan berdasarkan
ion-exclusion/cation-exchange column sebagaimana yang
telah dilakukan oleh Mori dan grupnya[3].
Dalam�metode ini,�kolom pemisah yang dipakai hanya
satu buah untuk menentukan anion dan kation sekaligus.
Namun pangaplikasian metode ini sangat terbatas di
sejumlah kecil dari anion dan/atau kation saja.
Keterbatasan itu, manakala jumlah anion dan kation
yang umum (common inorganic anions and cations) yang
biasa muncul dalam sampel air alam bertambah banyak,
maka sistem ini tidak cocok lagi.

Ada juga teknik analisis lain yang menggunakan
gabungan dua buah kolom pemisah (kolom pemisah kation
dan kolom pemisah anion) dengan menyusunnya secara
seri atau paralel [5][6]. Namun pendekatan ini punya
titik kritis karena ada kemungkinan waktu yang
dibutukan sebuah puncak yang biasa dikenal retention
time (tR), baik puncak kation (cation peaks) maupun
puncak anion (anion peaks) akan tumpang-tindih
(overlap) satu sama lain. Pendekatan inipun� menjadi
tidak bisa menjanjikan hasil yang maksimal. Sehingga
bisa dipastikan bahwa metode-metode alternatif di atas
tidak efektif, tidak efisien dan punya sejumlah
kelemahan.

Komponen dasar kromatografi ion

Penulis pun sampai saat ini terus mengonsentrasikan
diri dalam pengembangan metode analisis dalam
kromatografi ion serta pengaplikasiannya dalam
berbagai sampel air [7-9]. Beberapa metode penulis di
antaranya pernah mendapatkan apresiasi dari salah satu
grup pemerhati pemisahan ion [10].

Gambar 1 memperlihatkan rangkaian alat atau komponen
dasar yang biasa dipakai dalam teknik kromatografi
ion, yang terdiri atas: 1. Eluent, yang berfungsi
sebagai fase gerak yang akan membawa sampel tersebut
masuk ke dalam kolom pemisah; 2. Pompa, yang berfungsi
untuk mendorong eluent dan sampel tersebut masuk ke
dalam kolom. Kecepatan alir ini dapat dikontrol dan
perbedaan kecepatan bisa mengakibatkan perbedaan
hasil; 3. Injektor, tempat memasukkan sampel dan
kemudian sampel dapat didistribusikan masuk ke dalam
kolom; 4.� Kolom pemisah ion, berfungsi untuk
memisahkan ion-ion yang ada dalam sampel. Keterpaduan
antara kolom dan eluent bisa memberikan hasil/puncak
yang maksimal, begitu pun sebaliknya, jika tidak ada
"kecocokan", maka tidak akan memunculkan puncak; 5.
Detektor, yang berfungsi membaca ion yang lewat ke
dalam detektor; 6. Rekorder data, berfungsi untuk
merekam dan mengolah data yang masuk.�

Gambar 1. Rangkaian dasar komponen kromatografi

Gambar 2 menunjukkan dua buah kolom; kolom pemisah
kation dan kolom pemisah anion. Kolom pemisah inilah
yang menjadi inti dalam teknik pemisahan kromatografi
ion. Benda inilah yang bisa memisahkan ion-ion
tersebut ketika sampel dialirkan/dilewatkan ke
dalamnya, sehingga puncak yang keluar/muncul�secara
bergantian dan berurutan. Bisa diibaratkan dalam tubuh
manusia bahwa kolom ini adalah sebagai jantung pada
manusia, sehingga tanpa jantung, manusia tidak bisa
hidup. Demikian halnya pada teknik ini, tanpa adanya
kolom pemisah, maka tidak akan mungkin terjadi
pemisahan ion.

Gambar 2. Dua buah kolom pemisah kation dan anion

Bahan bacaan :

[1]. H. Small, T. S. Stevens, W. C. Bauman, Anal.
Chem. 47 (1975) 1801.
[2]. J. Weiss, Ion chromatography, 2nd ed., VCH,
Weinheim (1995)
[3]. M. Mori, K. Tanaka, M. I. H. Helaleh, Q. Xu, M.
Ikedo, Y. Ogura, S. Sato, J. Chromatogr. A 997 (2003)
219.
[4]. R. Saari-Nordhaus, J. M. Anderson, Jr., J.
Chromatogr. 549 (1991) 257.
[5]. R. Saari-Nordhaus, L. Nair, J. M. Anderson, Jr.,
J. Chromatogr. 602 (1992) 127.
[6]. K. J. B. A. Karim, J.-Y. Jin, T. Takeuchi, J.
Chromatogr. A 995 (2003) 153.
[7]. M Amin, L. W. Lim, T. Takeuchi, Anal. Bioanal.
Chem. 381 (2005) 1426.
[8]. M. Amin, L. W. Lim, T. Takeuchi, Anal. Bioanal.
Chem., 384 (2006) 839.
[9]. M. Amin, L. W. Lim, T. Takeuchi, Talanta, 71
(2007) 1470.
[10].
http://www.separationsnow.com/coi/cda/detail.cda?id=12044&type=Feature&chId=5&page=1
Muhammad Amin, Peneliti ISTECS-Japan. Kandidat Doktor
di Department of Chemistry, Faculty of Engineering,
Gifu University, Gifu, Japan. E-mail: me[at]m-amin.com


________________________________________________________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

kesehatan

Protein Anti-Kanker dari Tembakau

Siapa sangka bahwa tanaman tembakau yang biasanya
dijadikan bahan dasar rokok -sang penyebab kanker- ,
ternyata dapat pula menghasilkan protein anti-kanker.
Anti-kanker dari tembakau ini diungkapkan oleh
peneliti dari Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga
Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr. Arief Budi
Witarto M.Eng. yang baru beberapa pekan lalu (Rabu, 13
Juni) terpilih sebagai penerima penghargaan
Fraunhofer-DAAD-Award 2007 dari Jerman untuk riset
tentang tembakau molecular farming.

Arief telah menekuni bidang pertanian molekuler alias
molecular farming sejak 2003 bersama timnya di Lembaga
Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Proyek ini telah
melahirkan perkebunan molekuler di Cibinong Science
Center yang akhirnya mengantarkannya memperoleh
penghargaan dengan nama Technopreneur Award 2007. Kini
Arief berkesempatan melakukan penelitian bersama di
salah satu Fraunhofer Institut di Jerman. DAAD akan
memberikan beasiswa selama empat bulan kunjungan
penelitian tersebut.

Dengan penelitian ini, dalam waktu tiga tahun,
direncanakan sudah diperoleh hasil yang dapat
dilanjutkan untuk produksi tingkat industri oleh PT
Kimia Farma, Tbk. Melalui hasil penelitian ini
diharapkan harga obat-obat biofarmasetik penting dapat
lebih dijangkau oleh masyarakat luas.

Bagaimana Tembakau Menghasilkan Anti-Kanker

Pada dasarnya Arief mencoba untuk menghasilkan protein
pencetus (Growth Colony Stimulating Factor (GCSF))
dengan menggunakan tanaman tembakau (Nicotiana spp.,
L.). Tembakau yang diambilnya adalah tembakau lokal
dari varietas yang paling sesuai, yaitu genjah
kenongo, dari total 18 varietas lokal yang
ditelitinya.

Daun tembakau yang biasanya untuk roduksi rokok, kini
ia manfaatkan sebagai reaktor penghasil protein GCSF,
suatu hormon yang sangat penting dalam menstimulasi
produksi darah.

Arief mengatakan bahwa protein dibuat oleh DNA dalam
tubuh kita. Nah, jika DNA dalam tubuh kita ini
dipindahkan ke tembakau melalui bakteri, begitu masuk,
tumbuhan ini akan mampu membuat protein sesuai DNA
yang telah dimasukkan tersebut. Kemudian, jika
tumbuhan itu dipanen, maka kita dapatkan protein-nya.
Nah, protein inilah yang bisa dipakai sebagai protein
anti-kanker.

Selain untuk protein anti-kanker, GSCF, ujarnya, bisa
juga untuk menstimulasi perbanyakan sel tunas (stem
cell) yang bisa dikembangkan untuk memulihkan jaringan
fungsi tubuh yang sudah rusak.

Penghargaan di Bidang Protein

Arief memang pakar di bidang rekayasa protein salah
satunya dibuktikan dengan banyaknya penghargaan yang
ia terima. Di antaranya, Paramadina Award 2005 untuk
bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dari Universitas
Paramadina dan PII Engineering Award 2005 untuk
kategori Adhicipta Rekayasa atau Best Creation in
Engineering dari PII/Persatuan Insinyur Indonesia.

Sebelumnya ia juga telah menerima penghargaan lain
yaitu Science and Technology Award 2003 dari Indonesia
Toray Science Foundation (ITSF) dan Peneliti Muda
Terbaik Indonesia 2002 untuk bidang Ilmu Pengetahuan
Teknik dan Rekayasa dari LIPI.

Ia juga pernah terpilih dengan nilai tertinggi
mewakili Indonesia bersama empat peneliti muda
Indonesia lainnya memenuhi undangan resmi dari
Pemerintah Jerman dalam Pertemuan Para Penerima Hadiah
Nobel di kota Lindau Jerman.



________________________________________________________
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

http://id.yahoo.com/

iptek

Semen dari Sampah
Oleh Dedy Eka Priyanto

Jepang, sebuah negeri penuh inovasi. Mungkin sebutan
itu sesuai dengan bagaimana jepang menangani masalah
sampah. Setelah berhasil membuat sebuah airport
berkelas internasional di Kobe yang dibuat diatas
lapisan sampah, lalu menerapkan pembuatan pupuk dari
sampah di berbagai hotel di jepang, kini jepang telah
berhasil mengubah sampah menjadi produk semen yang
kemudian dinamakan dengan ekosemen.

Ekosemen

Diawali penelitian di tahun 1992, dengan dibiayai oleh
Development Bank of Japan, para peneliti Jepang telah
meneliti kemungkinan abu hasil pembakaran sampah,
endapan air kotor dijadikan sebagai bahan semen. Dari
hasil penelitian tersebut diketahui bahwa abu hasil
pembakaran sampah mengandung unsur yg sama dg bahan
dasar semen pada umumnya. Pada tahun 1998, setelah
melalui proses uji kelayakan akhirnya pabrik pertama
didunia yang mengubah sampah menjadi semen didirikan
di Chiba. Pabrik tersebut mampu menghasilkan ekosemen
110.000 ton per tahunnya. Sedangkan sampah yang diubah
menjadi abu yang kemudian diolah menjadi semen
mencapai 62.000 ton per tahun, endapan air kotor dan
residu pembakaran yang diolah mencapai 28.000 ton per
tahun. Hingga saat ini sudah dua pabrik di Jepang yang
memproduksi ekosemen.

Pembuatan ekosemen

Penduduk jepang membuang sampah baik organik maupun
anorganik, sekitar 50 juta ton/tahun. Dari 50 ton per
tahun tersebut yang dibakar menjadi abu sekitar 37 ton
per tahun. Sedangkan abu yang dihasilkan mencapai 6
ton/tahunnya. Dari abu inilah yang kemudian dijadikan
sebagai bahan dari pembuatan ekosemen. Abu ini dan
endapan air kotor mengandung senyawa-senyawa dalam
pembentukan semen biasa. Yaitu, senyawa-senyawa oksida
seperti CaO, SiO2, Al2O3, dan Fe2O3. Oleh karena itu,
abu ini bisa berfungsi sebagai pengganti clay yang
digunakan pada pembuatan semen biasa.

Namun CaO yang terkandung pada abu hasil pembakaran
sampah dinilai masih belum mencukupi, sehingga
limestone (batu kapur) sebagai sumber CaO masih
dibutuhkan sekitar 52 persen dari keseluruhan.
Sedangkan pada semen biasa, limestone yg dibutuhkan
mencapai 78 persen dari keseluruhan.

Proses selanjutnya adalah abu hasil pembakaran sampah
(39 persen), limestone (52 persen), endapan air kotor
(8 persen) dan bahan lainnya dimasukkan ke dalam
rotary klin untuk kemudian dibakar. Untuk mencegah
terbentuknya dioksin, pada proses pembakaran di rotary
klin, dilakukan pada 1400 derajat celcius lebih dimana
pada suhu tersebut dioksin terurai secara aman.

Kemudian gas hasil pembakaran pada rotary klin
didinginkan secara cepat untuk mencegah proses
pembentukan dioksin ulang. Sehingga hasil gas buangan
tidaklah berbahaya bagi manusia. Sedangkan pada hasil
pembakaran yang masih mengandung senyawa logam
dipisahkan, untuk kemudian dapat dipergunakan untuk
kebutuhan lain.
Hasil akhir dari proses ini adalah ekosemen.

Pengaruh plastik vinil

Plastik vinil yang terdapat dalam sampah pada proses
pembakaran akan mengakibat kekuatan konkrit ekosemen
akan berkurang. Hal ini diakibatkan oleh adanya gas
Cl2 hasil peruraian plastik vinil yang dapat
mempengaruhi kekuatan konkrit ekosemen.

Kualitas ekosemen

Berdasarkan hasil pengujian JSA (Japan Standar
Association) dinyatakan bahwa ekosemen mempunyai
kualitas yang sama baiknya dengan semen biasa.
Sehingga, hingga saat ini penggunaan ekosemen sudah
digunakan dalam pembangunan jembatan, jalan, rumah,
dan bangunan lainnya di Jepang.

Dengan adanya pengubahan sampah menjadi semen,
menambah alternatif pengolahan sampah menjadi barang
bermanfaat bagi manusia yang telah membuangnya. Selain
itu dengan adanya alternatif pengolahan sampah menjadi
semen, biaya pengolahan sampah di Jepang menjadi lebih
murah. Bila sebelumnya 40.000 yen per ton (pengolahan
sampah konvensional) menjadi 39.000 yen per ton
(pengolahan sampah hingga menjadi semen).

Peluang di Indonesia

Indonesia belum bisa lepas dari masalah sampah. Mulai
dari penolakan warga masyarakat sekitar TPA akibat
kepulan asap dan bau yang ditimbulan pengolahan sampah
saat ini hingga kejadian yang tidak pernah dilupakan,
tragedi leuwih gajah yang merenggut 24 nyawa tak
bersalah.

Sudah banyak upaya yang dilakukan, termasuk dengan
mengubahnya menjadi sumber energi (metan) namun akibat
kurangnya prospek dari segi ekonomi, akhirnya
perkembangannya masih jalan ditempat.

Berhasilnya Jepang, mengolah sampah menjadi semen,
tentu menjadi peluang sangat besar untuk dikembangkan
di Indonesia. Di Jakarta saja sampah yang dihasilkan
oleh warganya mencapai 6000 ton lebih per hari. Selain
itu secara prinsip, pembuatan ekosemen hampir sama
dengan pembuatan semen biasa, sehingga jika bisa
dilakukan kerja sama dengan pihak industri semen, maka
akan jadi kerjasama yang menguntungkan baik pihak
pemerintah maupun pihak industri. Dari pihak
pemerintah penanganan sampah bisa sedikit teratasi dan
dari pihak industri mampu mengurangi penggunaan
limestone (26 persen).

Namun yang terpenting adalah kemauan pemerintah,
khususnya pemerintah kota/daerah, untuk mengelola
sampah dengan baik dan memulai untuk mencoba
memisahkan sampah antara sampah organik, anorganik,
botol dan kaleng menjadi kebudayaan bangsa Indonesia
secara luas. Sehingga peluang pemanfaatan sampah
menjadi semen atau produk yang lain bisa oleh pihak
industri bisa lebih ekonomis.

Dedy Eka Priyanto, Tokyo National College of
Technology. Email: dedy_monbusho05@yahoo.co.jp


________________________________________________________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

Rabu, 17 Oktober 2007

nobel fisika 2007

Fert dan Gruenberg Menangkan Nobel Fisika 2007 Cetak E-mail
Sarie Novian - Okezone
  
PARIS - Dua orang ilmuwan beda kenegaraan telah memenangkan Nobel bidang Fisika tahun ini karena telah membuat hard drive berukuran kecil. Mereka adalah Albert Fert dari Prancis dan Peter Gruenberg dari Jerman.

Selama lebih dari satu dekade, perangkat harddrives telah berubah ukuran menjadi sama kecilnya dengan selembar perangko dengan kemampuan penyimpanan yang lebih besar lima kali lipat. Penemuan ini sangat berpengaruh pada industri teknologi, terutama menjadikan perangkat elektronik menjadi lebih kecil dan mudah dibawa kemana-mana.

Mulai dari perangkat pemutar MP3, kamera bahkan laptop, dan hampir semua gadget yang membutuhkan penyimpanan data kini telah dilengkapi dengan hard disk, dengan bentuk yang semakin kecil dan tipis tanpa mengurangi fungsionalitas dari perangkat tersebut.

"Penemuan kedua ilmuwan ini memberikan revolusi kepada gadget mulai dari iPod sampai ponsel. Sekaligus membuktikan bahwa fisika dapat memberikan kontribusi pada dunia nyata, bukan hanya fenomena alam saja," ujar Matin Durrani, editor harian Physics World, seperti dikutip Yahoo News, Rabu (10/10/2007).

Teknologi hard drive mini ini didasari oleh Giant Magnetoresistence (GMR) yang menggunakan cara kerja teknologi nano dalam skala atom. Prinsip teknologi ini ditemukan pada tahun 1988 dimana perubahan kecil pada medan magnetik dapat menghasilkan kemampuan elektrik yang cukup besar.

Efek mekanik kuantum ini diprediksi para juri Nobel akan menjadi dasar dari memori komputer baru yang bernama MRAM atau magnetic working memory - yang akan menyimpan data lebih cepat dan lebih tahan lama.

Laboratorium Stuart Parkin merupakan tempat paling berjasa saat ditemukannya GMR. IBM merupakan perusahaan pertama yang memperkenalkan teknologi ini pada produk disk drive mereka di tahun 1997. Baru kemudian diikuti oleh perusahaan-perusahaan lainnya. (sar)


Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

nobel 2007

Ilmuwan Jerman Menangkan Nobel Kimia Cetak E-mail
Sarie Novian - Okezone
  
STOCKHOLM - Seorang kimiawan asal Jerman memenangkan hadiah Nobel yang bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-71. Temuannya sangat berharga dalam memperkecil lubang ozon di atmosfir.

"Temuannya ini mampu menjelaskan mengapa lubang ozon di bumi ini bisa rusak hanya karena reaksi kimia di permukaan dan pada saat saat bersamaan mampu menghadirkan gumpalan kristal es di lapisan stratosphere,"ujar juri penilai yang menobatkan dirinya, seperti dikutip AFP melalui keterangan pers, Kamis (11/10/2007).

Pria tersebut bernama Gerhard Ertl, seorang profesor lanjut usia pada Institut Berlin's Fritz Haber, yang juga masuk dalam jaringan sosial Max Planck. (sar)


Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

kesehatan

Flu Burung Capai Tahap Penyebaran Lebih Cepat Cetak E-mail
 
MADISON Universitas Wiconsin (UW), Madison, AS mengungkapkan bahwa flu burung telah mencapai tahap bisa menyebar secara lebih cepat dan akan menjadi mudah bermutasi untuk menular antarmanusia.
Tim penelitian yang dipimpin oleh Yoshihiro Kawaoka dan Fakultas Kedokteran Veteriner (UW) telah mengidentifikasi perubahan tunggal dalam protein viral yang memfasilitasi virus menjadi memiliki kemampuan lebih untuk menginfeksi sel saluran pernapasan atas pada mamalia. Dengan mengadopsi sistem respirator, virus mampu menginfeksi dalam jarak yang lebih luas untuk tipe sel dan lebih mudah menyebar, serta sangat berpotensial mencapai tahap pandemi flu.
"Virus ini sekarang dalam sirkulasi yang lebih menyukai mamalia ketimbang bentuk sirkulasi lain pada 1997. Virus yang sekarang beredar di Afrika dan Eropa ini adalah merupakan yang paling dekat menjadi virus manusia," kata Kawaoka.
Dalam studi terbaru tersebut, di mana telah diujicobakan pada tikus, tim UW mengidentifikasi perubahan tunggal pada permukaan protein pneumonia yang ada di virus H5N1 mendiami sistem pernafasan yang lebih tinggi. Di mana hal itu dimungkinkan karena virus tersebut telah mengalami adaptasi menjadi virus manusia, bukan lagi virus unggas, dan secara lebih efisien terjadi transmisi antarmanusia.
Menurut Kawaoka, virus unggas bisa berada di rumahnya yaitu pada paru-paru manusia atau mamalia lain sebagi sel lebih rendah dalam sistem pernafasan, yang akhirnya memfasilitasi virus itu untuk mengembangkan dirinya sendiri. Suhu dalam paru-paru juga menjadi lebih tinggi dan itu menjadi prasyarat bagi virus untuk berkembang.
Studi baru ini mengambil dua virus yang berbeda dari satu orang pasien, satu dari paru-paru, dan lainnya dari sistem pernafasan lebih atas. Virus yang berasal dari sistem pernafasan yang lebih atas menunjukkan asam amino tunggal yang menunjukkan protein dalam gen virus untuk implikasi influenza.  Sementara yang lainnya, teridentifikasi menunjukkan tiruan yang lebih baik dalam temperatur suhu yang lebih rendah.
"Perubahan ini memang dibutuhkan namun masih belum cukup. Ada faktor lain dari virus yang dibutuhkan guna menyebabkan pandemi," katanya.
Kepala Pusat Komunikasi Publik Departemen Kesehatan, Lily Sulistyowati menyatakan bahwa para ilmuwan memang memiliki kebebasan untuk melakukan penelitian dan mengungkapkan hasil hipotesanya. Namun dia menjamin sampai sekarang virus belum ada mutasi, meskipun berubah bentuk namun identitas virus masih tetap H5N1. Meskipun kasus terbanyak ada di Indonesia, memang bisa jadi mutasi terjadi pada virus yang berada di negara lain.
"Virus masih belum berubah. Masih H5N1, virusnya dari mana, sementara case terbanyak dari kita," katanya.
Senada Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan I Nyoman Kandun juga menilai bahwa ungkapan virus mulai bermutasi hanya menakut-nakuti masyarakat. Pasalnya, berdasarkan pengamatannya dan hasil tukar pikiran dengan para pakar dunia memang belum ada mutasi virus H5N1. Kenyataannya virus yang terdeteksi menginfeksi manusia selama ini masih virus yang berasal dari unggas, bukan dari lainnya.
"Sampai saat ini yang dikhawatirkan semua orang adalah akan terjadi pandemi flu burung. Namun tidak seorangpun yang tahu kapan itu akan terjadi," ujarnya. (abdul malik/sindo/mbs)


Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

info luar negeri

Amerika Luncurkan Satelit Komunikasi Militer Cetak E-mail
Sarie Novian - Okezone
  
FLORIDA - Sebuah roket yang membawa satelit komunikasi telah terbang ke angkasa beberapa waktu lalu dari stasiun luar angkasa Amerika.

Atlas 5 berangkat dari stasiun Cape Canaveral dengan membawa satelit Global SATCOM pita lebar ke dalam orbit. Ini merupakan satelit pertama dari lima satelit yang akan diluncurkan sampai penghujung tahun 2008 nanti.

Satelit ini akan menggantikan sistem komunikasi satelit untuk pertahanan militer yang selama dua puluh tahun telah nangkring di orbit. Nantinya ia akan mampu mengcover wilayah pasifik termasuk daerah Hawaii, Jepang dan Asia Tenggara. Tiap pesawat yang membawa satelit-satelit ini membutuhkan biaya sekira USD350 juta.

"Satelit baru ini akan menggantikan tugas satelit sebelumnya. Tentunya dengan kapasitas dan wilayah jangkauan yang lebih luas dan besar dibanding pendahulunya," ujar Kolonel David Urich, Wakil Komandan Sistem Komunikasi Satelit Militer, seperti dikutip NBC News, Kamis (11/10/2007). (sar)


Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

info

Bayi di Kolam Renang Berisiko Terkena Infeksi Cetak E-mail
 
NEUHERBERG - Anda harus tetap berhati-hati ketika mengajak bayi Anda di kolam renang, meskipun hal itu bagus untuk perkembangannya. Hasil penelitian dari Jerman, ditemukan bahwa ada kaitan risiko terkena infeksi lebih tinggi, terutama diare pada bayi yang diajak berenang di kolam renang selama periode tahun pertama usia mereka.
Hasil studi yang telah di publikasi pada Jurnal Internasional Higienis dan Kesehatan Lingkungan (International Journal of Hygiene and Environmental Health) menjelaskan bahwa tidak ditemukan peningkatan risiko untuk penyakit atopic (eksim), yang mana saat kekebalan tubuh belum teratur, sehingga menimbulkan alergi peradangan.
"Dalam cara ini, studi menunjukkan bahwa membiarkan bayi berenang bisa jadi bukan berarti tidak akan membahayakan bagi sang bayi, sebagaimana yang selama ini kita pahami," kata sang peneliti Dr Joachim Heinrich. Dia memimpin Unit Riset Epidemiologi pada GSF Institut for Epidemiologi.
Studi ini memantau pada 2.191 bayi yang telah teruji pada usia 6. Selain jumlah kehadiran di kolam renang selama masa kecil, para peneliti juga menggunakan metode wawancara pada orangtua, guna mendapatkan informasi tentang kesehatan dan gaya hidup anak-anak sehari-harinya. Bayi-bayi yang tidak berenang dalam usia di bawah 1 tahun mereka menunjukkan angka lebih rendah untuk kasus diare, titis (infeksi telinga). (abdul malik/sindo/mbs)


Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

rekor

Astronot Muslim Pertama dari Malaysia Cetak E-mail
Sarie Novian - Okezone
  
BAIKONUR - Bulan Ramadhan tahun ini akan sangat berkesan bagi Muszaphar shukor. Ia menjadi astronot muslim pertama yang akan menjelajahi Bulan.

Tidak hanya menjadi astronot muslim pertama di dunia tapi juga merupakan astronot pertama asal Asia yang berhasil menapakkan kaki di Bulan. Ia akan terbang dengan kapal Soyuz milik Rusia bersama dua orang kosmonot lainnya yang berasal dari Amerika dan Rusia, Peggy Whitson dan Yury Malechenko.

Ia dan awak kapal lainnya akan menghabiskan waktu selama sembilan hari di stasiun luar angkasa internasional (ISS). Artinya, ia akan menghabiskan beberapa waktu terakhir bulan Ramadhan di luar angkasa. Bahkan merayakan Idul Fitri di 'atas' sana.

Pria berusia 35 tahun ini akan membawa nama Malaysia sekaligus sebagai perayaan 50 tahun kemerdekaan Malaysia. Ia juga bertugas melakukan eksperimen sains atas titah Institut Genome Malaysia yang akan menguji sel kanker di Bulan.

"Saya harap peristiwa ini akan menginspirasi negara saya untuk dapat memiliki pesawat luar angkasa pada tahun 2020 nanti. Sekaligus saya akan melakukan observasi bagaimana berpuasa di luar angkasa selama Ramadhan ini," tuturnya seperti dikutip Yahoo News, Rabu (10/10/2007).

Muszaphar mengaku sangat senang dengan kepergiannya ke bulan. Dia berharap dengan demikian ia akan semakin dekat dengan tuhan dan ia berjanji akan membagi pengalamannya dengan sesama muslim di dunia. (sar)


Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

flora

Tumbuhan Miliki Sistem Deteksi Dini Hadapi Bahaya Cetak E-mail


NIJMEGEN
 – Ternyata tumbuh-tumbuhan bisa saling bekerja sama menghadapi ancaman bahaya. Antara tanaman memiliki sistem komunikasi yang berfungsi sebagai sistem deteksi dini dalam menghadapi ancaman bahaya.
Kesimpulan ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh kalangan peneliti dari Universitas Radboud, Nijmegen, Belanda. Tumbuhan berkomunikasi antara mereka sendiri untuk menyebarkan informasi layaknya manusia dan hewan, sebagai bentuk peringatan satu sama lain guna melawan predator dan musuh.
Banyak tumbuhan seperti strawberry, semanggi, alang-alang, dan tumbuhan lainnya yang memiliki bentuk koneksi untuk berbagi informasi satu sama lain. Bentuk komunikasi mereka melalui jaringan sebagaimana dikenal batang yang menjalar yang secara fisik menjadi pertalian seperti terowongan atau kabel permukaan tanah dan bawah tanah. Terlebih dulu tersambung pada sistem vertikal, menyebar yang pada akhirnya berbentuk kuncup baru pada ujungnya dan membentuk jejaring tanaman.
"Jaringan itu seperti tanaman tidak seperti biasanya memproduksi gagang vertikal, namun gagang mereka tampak bertingkat dan karenanya bisa digunakan sebagai prasarana jaringan," kata Josef Stuefer, peneliti dari Radboud University.
Stuefer dan timnya membiarkan ulat bulu secara bebas di atas semanggi berwarna putih dan mengamatinya memakan selembar daun pada jaringan tersebut. Kemudian tahap kedua, ulat bulu tersebut dibebaskan memilih di antara salah satu daun yang rusak, yang akhirnya memberikan sinyal status pertahanan yang memperingatkan pada jaringan daun yang tidak rusak. Lebih dari 20 rangkaian percobaan, kebanyakan atau semua kira-kira 15 ulat bulu dalam percobaan ini lebih memilih daun yang tidak rusak bentuknya untuk merusak sistem jaringan komunikasi antartanaman tersebut.
"Proses memakan yang dilakukan oleh ulat bulu dia akan menolak dan berjalan lagi pada tanaman yang menyebabkan terjadinya komunikasi. Mereka memahami betul bahwa sistem bahasa pertahanan tumbuhan sangatlah baik," katanya.
Ini merupakan sistem deteksi dini layaknya sistem pertahanan militer, bahkan jauh lebih efektif. Setiap anggota jaringan bisa menerima sinyal eksternal bahaya dari pemakan tumbuhan yang akan datang dan mengirimkan pesan kepada semua anggota jaringan.
"Sistem serangan daun memang kalah. Walau bagaimanapun daun yang tersisa terlindungi dari serangan predator," katanya.
Hasil studi dari penelitian ini secara rinci telah dipublikasikan dalam Jurnal Oecologia edisi bulan ini. Menurut peneliti, prinsip dari hakikat transfer jaringan telah diketahui dilakukan oleh banyak spesies, termasuk serangan pada tumbuhan payau, alang-alang, dan tanaman yang dipanen secara komersial seperti bambu. (abdul malik/sindo/mbs)


Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

global

Bumi Semakin Lembab
Akibatkan Meningkatnya Banjir dan Badai
Cetak E-mail
Sarie Novian - Okezone
  
LONDON - Gas rumah kaca ternyata membuat bumi semakin lembab. Hal ini disinyalir dapat menimbulkan gelombang badai yang semakin kuat, cuaca yang semakin panas dan hujan yang semakin sering pada wilayah tropis.

Temuan ini dipublikasikan Journal Nature melalui Reuters, Senin (15/10/2007). Hal ini mengungkapkan betapa keterlibatan manusia sangat kentara dalam menimbulkan gas rumah kaca yang akhirnya mengakibatkan tingkat kelembaban yang tinggi secara global. Inilah yang akhirnya menyebabkan perubahan cuaca yang cukup signifikan pada tahun-tahun belakangan ini.

Gas emisi manusia seperti Methanol dan karbondioksida yang menimbulkan panas pada atmosfir merupakan kesalahan terbesar manusia yang akhirnya menimbulkan perubahan cuaca. Bahkan para ilmuwan memprediksi bahwa temperatur global akan meningkat 2 sampai 6 derajat celsius pada akhir abad ini, yang akhirnya menyebabkan banjir, kekeringan dan badai yang menyeramkan.

"Kami telah memprediksi sejak sekian lama bahwa kelembaban akan meningkat seiring dengan meningkatnya gas rumah kaca," ujar Nathan Gillet, Peneliti cuaca dari Universitas East Anglia.

Temuan ini cukup berharga untuk menjadi perhatian bagi negara-negara tropik yang rentan dengan banjir dan badai. (sar)


Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

global

Bumi Semakin Lembab
Akibatkan Meningkatnya Banjir dan Badai
Cetak E-mail
Sarie Novian - Okezone
  
LONDON - Gas rumah kaca ternyata membuat bumi semakin lembab. Hal ini disinyalir dapat menimbulkan gelombang badai yang semakin kuat, cuaca yang semakin panas dan hujan yang semakin sering pada wilayah tropis.

Temuan ini dipublikasikan Journal Nature melalui Reuters, Senin (15/10/2007). Hal ini mengungkapkan betapa keterlibatan manusia sangat kentara dalam menimbulkan gas rumah kaca yang akhirnya mengakibatkan tingkat kelembaban yang tinggi secara global. Inilah yang akhirnya menyebabkan perubahan cuaca yang cukup signifikan pada tahun-tahun belakangan ini.

Gas emisi manusia seperti Methanol dan karbondioksida yang menimbulkan panas pada atmosfir merupakan kesalahan terbesar manusia yang akhirnya menimbulkan perubahan cuaca. Bahkan para ilmuwan memprediksi bahwa temperatur global akan meningkat 2 sampai 6 derajat celsius pada akhir abad ini, yang akhirnya menyebabkan banjir, kekeringan dan badai yang menyeramkan.

"Kami telah memprediksi sejak sekian lama bahwa kelembaban akan meningkat seiring dengan meningkatnya gas rumah kaca," ujar Nathan Gillet, Peneliti cuaca dari Universitas East Anglia.

Temuan ini cukup berharga untuk menjadi perhatian bagi negara-negara tropik yang rentan dengan banjir dan badai. (sar)


Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

fauna

Ikan Juga Alami Insomnia Cetak E-mail
Sarie Novian - Okezone
  
LOS ANGELES - Ikan memang tidak memiliki kelopak mata tapi mereka memiliki aktivitas tidur setiap hari. Bahkan beberapa jenis ikan pun memiliki kesulitan tidur alias insomnia.

Dilansir Reuters, Rabu (17/10/2007), para ilmuwan California telah mempelajari penyakit kesulitan tidur pada ikan zebra, sebuah ikan hias yang biasa hidup di akuarium. Waktu tidur ikan Zebra ternyata hanya 70 persen saja dibanding ikan biasa.

Namun ketika tidur, ikan zebra dapat tertidur lebih lama dibanding ikan biasa. Ikan Zebra juga dikenal sebagai zebra danio, merupakan binatang peliharaan yang murah jika digunakan sebagai hewan uji coba, dan cukup menghasikan uang jika digunakan sebagai ikan hias.
 
Dalam penelitian ini, ikan zebra dilengkapi dengan working receptor untuk hypocretin, sebuah neuropreptide yang dapat bekerja pada neuron di pusat otak yang terdapat pada ikan biasa. Neuron ini mampu mengontrol lapar, perilaku seks, maupun perilaku dasar lainnya. Akibatnya para ilmuwan dapat mengukur kadar insomnia yang diderita ikan Zebra tersebut.
 
Para ilmuwan juga menemukan bahwa aktivitas tidur mampu membantu jaringan otak dan molekul untuk berkembang dan berevolusi.
 
"Saya rasa sangat penting untuk mengetahui bagaimana otak memproduksi dan mengatur tidur. Hal ini akan memberikan petunjuk penting tentang bagaimana dan mengapa aktivitas tidur telah menjadi kehendak alam yang sangat universal," ujar Emmanuel Mignot, kepala tim ilmuwan dari Jurusan Kedokteran Universitas Stanford.(sar)


Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

info sains

Tiga Ilmuwan Raih Nobel Bidang Kedokteran Cetak E-mail
Sarie Novian - Okezone
  
NEW YORK - Tiga orang ilmuwan berhasil meraih penghargaan Nobel di bidang kedokteran. Mario Capecchi, Oliver Smithies, dan Sir Martin J. Evans.

Ketiganya merupakan penemu teknik manipulasi gen yang ada terdapat dalam tubuh anak tikus. Temuan ini sangat penting dalam mempelajari berbagai macam penyakit seperti penyakit jantung, diabetes, kanker, dan penyakit lainnya. Mereka bertiga berhasil mendapatkan hadiah uang senilai USD1,54 juta.

"Hasil kerja mereka dianggap sangat penting dan revolusioner karena berpengaruh pada kemampuan untuk memahami cara kerja genetik," ujar Direktur Laboratorium The Jackson, sebuah pusat penelitian genetik, Richard Woychik, seperti dikutip Associated Press, Selasa (9/10/2007).


Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

computer

Adobe System
Acrobat dan Reader Mendatangkan Spam
Cetak E-mail
Sarie Novian - Okezone
  
BOSTON - Software Adobe, yang banyak digunakan orang untuk membaca dokumen melalui internet, ternyata mampu mendatangkan spam dan bahkan mampu dihack oleh orang lain.

Adobe mengungkapkan, seperti dilansir Reuters, Kamis (11/10/2007), bahwa mereka baru menyadari kelemahan yang terdapat pada Software Adobe Reader dan Acrobat. Software tersebut ternyata mampu mendatangkan program-program aneh ke dalam PC pengguna tanpa sepengetahuan mereka.

Virus berbahaya ini mampu mengendalikan PC dan mencuri data-data penting di dalamnya. Bahkan program ini pun mampu mengirimkan ratusan atau ribuan email spam ke dalam inbox surat elektronik anda sampai merusakkan sistem komputer perusahaan.

Namun pihak Adobe percaya bahwa virus ini hanya akan menyerang PC dengan sistem operasi Microsoft Windows XP dan fasilitas web browser Internet explorer 7.

Saat ini Adobe sedang berusaha memperbaiki kerusakan tersebut namun mereka tidak yakin perbaikan ini akan selesai akhir Oktober. (sar)


Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

techno

Sambut Olimpiade Beijing, Samsung Buat Ponsel dari Emas Cetak E-mail
Sarie Novian - Okezone
  
SEOUL – Samsung Electronics Co mengumumkan rencananya untuk meluncurkan ponsel dengan body terbuat dari emas 18 karat. Rencana ini dibuat Samsung untuk memeriahkan Olimpiade di Beijing tahun 2008 nanti.
Vendor ponsel terbesar nomor 3 di dunia ini belum menyatakan secara pasti berapa harga ponsel tersebut dan kapan akan diluncurkan. Namun yang jelas, ponsel emas Samsung dengan seri P318 ini hanya akan dijual di wilayah China.
"Ponsel ini hanya akan dijual secara eksklusif di China untuk menghormati olimpiade yang akan diadakan di Beijing tahun depan," ujar juru bicara Samsung, Lee Soo-jeong seperti dilansir International Herald Tribune, Sabtu (14/7/2007).
P318 merupakan seri terbaru yang merupakan turunan dari P310. Desainnya dan fiturnya hampir sama dengan P310. Desainnya mirip dengan kalkulator dengan susunan keypad yang tidak seperti biasanya hanya saja sisi samping dan bagian belakang P318 dihiasi dengan materi emas 18 karat.
Sedangkan fitur di dalamnya hampir sama dengan P310, dilengkapi dengan kemampuan kamera 2 megapiksel, koneksi, dan memori yang sama. Hanya saja event olimpiade akan menjadi tema dari wallpaper dan rington di dalam ponsel ini. (sar)


Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

tokoh sains

Bertahan dari Badai Gunjingan dan Kritik Pedas Cetak E-mail
Kemas Irawan - Okezone
  
roy2.jpgBeberapa waktu lalu, sorotan kamera infotainment tak henti menyorot seorang pria berkumis yang kerap tampil di layar kaca dengan sebuah laptop. Dia dengan ramah mengungkapkan kronologis peristiwa kematian penyanyi cantik Alda Risma Elvariani dari tangkapan CCTV sebuah hotel di kawasan Matraman, Jakarta Timur.

Misteri kematian Alda belum terungkap, tiba-tiba masyarakat dikejutkan dengan hilangnya pesawat AdamAir pada awal Januari 2007. Lagi-lagi pria ini membuat analisa yang mengejutkan kalangan dirgantara dan keluarga korban dengan mengeluarkan hipotesa meledaknya pesawat AdamAir di udara. Dia juga memprediksi, pecahan pesawat tidak hanya di laut, tetapi sebagian juga terdapat di darat.

Dialah KRMT Roy Suryo Notodiprojo atau biasa dikenal dengan Roy Suryo. Pria yang kerap disebut sebagai pakar telematika ini memang sering membantu pengungkapan kasus-kasus yang berkaitan dengan teknologi. Kesibukannya itu membuat dia sering terbang keliling Indonesia untuk memberikan mata kuliah multimedia dan konsultasi teknologi komunikasi.

Berprinsip memberikan dan memanfaatkan ilmu untuk masyarakat, pria kelahiran 18 Juli 1968, ini tidak pantang menyerah memberikan pelajaran walaupun harus keliling Indonesia. "Percuma orang memiliki keahlian dan kepandaian, tapi digunakan untuk mengerjai orang lain. Banyak kok orang yang lebih ahli dari saya, tapi orang yang lebih ahli itu memilih menyimpan ilmunya atau menggunakan ilmu itu untuk mengakali orang lain,�? tutur penggila mobil kuno ini.

Roy bercerita, awal kecintaannya terhadap teknologi bermula dari kegemaran menyukai elektronika sejak duduk di bangku sekolah tingkat pertama (SMP). Dia pun sempat diangkat sebagai ketua kelompok ilmiah remaja di bidang fisika saat menginjak bangku SMA. "Alhamdulillah, sampai sekarang alat dan perangkat-perangkat itu sampai sekarang masih berjalan, seperti amplifier, bel sekolah, dan sistem speaker,�? ujar penggemar fotografi ini sambil tersenyum.

Perjalanan hidup Roy tak semulus jalan tol. Dia harus bisa bertahan dalam badai gunjingan dan kritikan pedas dari sebagian orang yang tidak menyukai bidang yang ditekuninya. "Mulai dari meneliti keabsahan rekaman suara presiden pada waktu itu, foto, sekarang membuat website untuk Pak SBY, terjun ke berbagai bidang yang kadang-kadang ada faktor resikonya juga,�? tukas pecinta angka delapan ini.

Roy mengaku akan tetap menjalankan pekerjaan ini dan bisa mempersembahkan yang terbaik. Dia menumbuhkan keyakinan untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat sehingga bisa diterima dengan baik. "Saya percaya bahwa apa yang dilakukan selama ini tidak bertentangan dengan hati nurani. Itu yang membikin saya tegar dan membuat saya tetap bertahan karena saya bisa terus melakukan hal yang sesuai dengan hati. Sekaligus tetap memperhatikan kontrol dari masyarakat,�? tutur pria kelahiran Yogyakarta ini.

Dunia teknologi yang digeluti Roy selama ini, rentan penyalahgunaan. Bayangkan saja, uang puluhan juta ataupun milliaran rupiah bisa berpindah tangan hanya dalam sekejap melalui jaringan internet.

Untuk mengerem tindakan dari hal tercela, Roy tak lupa berpegang pada pakemnya. "Hal jelek sekecil apapun yang pernah kita lakukan, pasti ketika nanti sudah sukses justru akan dipergunakan untuk menjatuhkan diri kita sendiri. Itu yang saya pegang teguh. Jadi, jangan sampai kita nantinya terjebak oleh kelakuan kita di masa lalu,�? tandas penggemar miniatur mobil ini.

Selain hobi dalam mengkutak-atik komputer, Roy juga mempunyai hobi mengkoleksi mobil kuno. Tidak tanggung-tanggung 48 mobil kuno dimilikinya. Mulai dari tahun 1935 hingga 2006 dalam kondisi terawat. Uniknya Roy hanya memiliki satu merek dengan nomor polisi yang sama, "Mercy�? dan bernomor polisi AB 8888.

"Saya ingin spesifik dan spesialisasi, jadi kalau kita spesialisasi akan bisa lebih professional. Sehingga kita bisa mempelajari secara detil dari kendaraan ini untuk kemudian disesuaikan dengan spesifikasinya asli,�? ucap mantan penasehat MBCJ (Mercedes Bens Club Jogja) ini.
10 Tahun Menikah, Baru Berfoto Pengantin

Pernikahan merupakan momen berharga bagi siapapun, sehingga tidak seorangpun yang tidak mengabadikan momen tersebut. Namun, berbeda dengan tokoh kita yang satu ini. Gara-gara tidak bisa mendapatkan mobil kuno untuk berpose bersama wanita pujaannya, dia meninggalkan momen tersebut.

"Pada tahun 1994, saya sulit untuk mendapatkan mobil kuno pinjaman dan baru dapat memiliki sendiri tahun 2004. Kemudian kami pergunakan untuk foto kembali, jadi 10 tahun kemudian baru kami foto kembali.�? tukas pemilik 48 mobil kuno ini.

Ririen Suryo, wanita yang tabah menunggu momen berharga tersebut selama sepuluh tahun. Diapun tidak pernah mengeluh akan kesibukan sang suami, tetapi kalau sedang kangen-kangenan Roy mengaku tidak mengalami kesulitan untuk berkomunikasi.

"Itulah gunanya teknologi, dimana teknologi itu membuat kita mudah untuk melakukan interaksi, maupun komunikasi. Apalagi sekarang ada 3G yang memudahkan kita untuk lebih terbuka untuk cerita, dan lain-lain,�? pungkas penyayang kucing ini.

Roy mengaku dalam mengisi waktu senggang, dia dan sang isteri mempunyai waktu khusus untuk bersama. Bahkan setiap ada acara keluarga, dia harus rela meninggalkan semua pekerjaannya. "Kita menghormati acara-acara keluarga dan berusaha untuk menikmati kehidupan ini. Artinya kita tidak kemudian ngoyo, jika dalam waktu pendek bisa di luangkan kita liburan untuk menikmati hidup. Jadi tidak ngoyo,�? kata pemilik 20 antena parabola di rumahnya ini.

Curriculum Vitae:

Nama Lengkap : KRMT Roy Suryo Notodiprojo (terlahir : RM Roy Suryo Udoro)
Tempat, Tgl Lahir : Jogja, 18 Juli 1968
Pendidikan : Magister Perilaku dan Promosi, Program Pasca Sarjana UGM
Pekerjaan : Dosen Pasca Sarjana UGM & Konsultan Teknologi Komunikasi (Multimedia)
Hobby : Fotografi, Elektronika, Komputer & Otomotif
Alamat e-mail : roy@indo.net.idEmail telah dilindungi dari Spam Bots, Anda harus mengaktifkan Java untuk dapat melihatnya / roy@ugm.ac.idEmail telah dilindungi dari Spam Bots, Anda harus mengaktifkan Java untuk dapat melihatnya / roy@jogja.go.idEmail telah dilindungi dari Spam Bots, Anda harus mengaktifkan Java untuk dapat melihatnya
Alamat tinggal : Jl. Magelang Km. 5 No. 8, Jogja 55284
Fax : 081-ROY-SURYO (08176978796), 0274-7482811 & 0274-589440
Call-sign ORARI : YC2VRS (Yankee-Charlie Two Victoria-Romeo-Sierra)
Nama Istri : Ririen Suryo, SH, CN, MH.
Nama Orang Tua : Prof Dr dr KPH Soejono Prawirohadikusumo SpS SpKJ (alm) &
RAy Soeratmiyati Notonegoro (alm)

Posisi di Organisasi / Pekerjaan yang pernah dan sedang dijabat :

1. Ketua Kelompok bidang Fisika Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Padmanaba (1984-1985)
2. Ketua Panitia Peringatan 42tahun SMA Negeri 3 Padmanaba (1984)
3. Seksi Dokumentasi Dionisi Family Radio Unisi (1985-1990)
4. Ketua Publisia Photo Club Komunikasi UGM (1988-1990)
5. Ketua I Korps Mahasiswa Komunikasi Komako UGM (1990-1991)
6. Sekretaris Himpunan Seni Foto Amatir HISFA (1992-1994)
7. Anggota BPTIY (Badan Pengembangan Teknologi dan Inovasi Yogyakarta) (mulai 1996)
8. Sekretaris Panitia & Dokumentator Penobatan SP KGPAA Paku Alam IX (1999)
9. Anggota Dewan Penyantun GFJA (Galeri Foto Jurnalistik Antara) (mulai 2000)
10. Sekretaris Jendral Ikatan Alumni Komunikasi (Ikakom) UGM (mulai 2002)
11. Koordinator Alumnus Komunikasi dalam Keluarga Alumni Fisipol UGM (mulai 2003)
12. Anggota KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah) Daerah Istimewa Yogyakarta (2004-2005)
13. Anggota Tim Interdep BPHN (Badan Pengembangan Hukum Nasional) (mulai 2005)
14. Pengurus PPMKI (Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia) Pusat & Penasehat DIY (mulai 2005)
15. Penasehat MBCJ (Mercedes Bens Club Jogja) MB-Ina (mulai 2005)
16. Ketua Departemen Kominfo Bidang PPK DPP Partai Demokrat (mulai 2005)
17. Narasumber RUU-ITE (Cyberlaw) di Pokja Komisi I DPR-RI (mulai 2005)
18. Supervisor Website Resmi Kepresidenan RI: www.presidensby.info (mulai 2006)
19. Wakil Ketua FPSI (Federasi Perkumpulan Senifoto Indonesia) (mulai 2006)

Prestasi dalam Bidang Pekerjaan / Hobby yang pernah diraih :
1. Perancang Sistem Amplifier dan Komunikasi Sekolah ketika masih di SMP 5 (1981)
2. Peserta Tetap Pameran Foto Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) (1990-1998)
3. Juara I Lomba Foto Nasional Perkebunan Piala Menteri Pertanian (1995)
4. Juara I Lomba Foto Pariwisata Nasional Piala Menparpostel (1996)
5. Juara II Lomba Foto Iptek Nasional Piala Menteri Riset & Teknologi (1997)
6. Juara II Lomba Foto Model Nasional di Unsoed Purwokerto (1998)
7. Perancang Sistem Videoconferencing, Intranet & Internet Polda DIY (1998)
8. Dosen Teladan II FSMR-ISI Yogyakarta (1999)
9. Penerima Anugerah IJTI sebagai Peneliti berprestasi di bidang Pendidikan (2000)
10. Penerima Golden-Award Kadin bidang Telematika-Writer (2001)
11. Host / Pembawa Acara Edutainment "e-lifestyle�? di Metro-TV (mulai 2001)
12. Juara I Rally Foto & sekaligus Juara I Lomba Foto Model Fuji di Padang (2002)
13. Juara I Lomba Foto 'Beauty at the Pool Side II' di Semarang (2003)
14. Juara I Rally Foto Fuji di Bandung, Juara II di Jakarta & Harapan di Jogja (2003)
15. Penerima Telset Telematika Award dari Menteri Perhubungan Agum Gumelar (2003)
16. Penerima Penghargaan "Tokoh Digital 2004�? Hasil Pooling Pembaca TrendDigital (2004)
17. Penerima Penghargaan "Pria Berbusana Terbaik 2004�? dari YAPMI & YPI (2004)
18. Pemenang Nokia Fun Foto Rally di Jakarta Convention Center (2005)
19. Penerima Garuda Indonesia Achievement Award selaku Top-10 Frequent Flyer (2005)
20. Juara I PPMKI Rally Jawa Timur (Mercy 280e'86 – AB 8888 JN) (2005)
21. Penerima Telkomsel Achievement Award selaku Pelanggan setia (area Jateng-DIY) (2005)
22. Host / Pembawa Acara Edutainment "Orbit�? (Obrolan IT) di TVRI Sta Pusat Jakarta (2006)

Pengalaman Khusus yang pernah ditangani:

1. Menganalisa Rekaman Suara Telepon Presiden Habibie & Jakgung Andi Ghalib (1997)
2. Menganalisa Rekaman Rapat Skandal Cessie Bank Bali (1998)
3. Mengaplikasikan Metode Searching via BTS dan CDRI (1999)
4. Menganalisa Foto dan Klise Presiden Gus Dur & Aryanti Boru Sitepu (2000)
5. Memberikan Arahan Teknis Pelacakan Telepon Buronan Tommy Soeharto (2001)
6. Pembicara Indonesia di Expert-Meeting Palais des Nations (Markas PBB), Geneva, Swiss (2002)
7. Dewan Pakar Tim RUU-ITE (Informasi & Transaksi Elektronik) (mulai 2003)
8. Saksi Ahli dalam berbagai perkara menyangkut Teknologi Komunikasi & Fotografi Digital (mulai 2003)
9. Saksi Ahli Judicial Review UU Penyiaran & Kasus KPU di Mahkamah Konstitusi (2004)
10. Dewan Juri Lomba Foto Digital Pertama (MURI) Indonesia di Ancol (2005)
11. Membongkar Sindikat Kasus Pencurian Barang-barang bagasi di Lion-Air (2005)
12. Membuat Dokumentasi "1th Tsunami dalam 2mp (Handphone) Camera�? (2006)
13. Koordinator Relawan Komunitas Peduli Komunikasi Pasca Gempa Jogja & Merapi (2006)
14. Instruktur Dokumentasi Pengamat Pos Gunung Merapi (mulai 2006)


Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

antariksa

Bisakah Kita Mengenali "Black Hole?"

MUNGKIN tidak ada objek astronomi yang sepopuler lubang hitam (black hole). Di dalam arena diskusi dengan masyarakat luas di setiap kesempatan, pertanyaan mengenai objek eksotik yang satu ini seakan tidak pernah lupa untuk dilontarkan. Siapa sangka, istilah yang pertama kali diberikan oleh John Archibald Wheeler pada 1969 sebagai ganti nama yang terlalu panjang, yaitu completely gravitational collapsed stars, ini menjadi sedemikian akrab di kalangan awam sekalipun?
Konsep lubang hitam pertama kali diajukan oleh seorang matematikawan-astronom berkebangsaan Jerman, Karl Schwarzschild, pada tahun 1916 sebagai solusi eksak dari persamaan medan Einstein (Relativitas Umum). Penyelesaian berupa persamaan diferensial orde dua nonlinear--yang dihasilkan Schwarzschild hanya dengan bantuan pensil dan kertas kala itu--sangat memikat Einstein. Pasalnya, relativitas umum yang bentuk finalnya telah dipaparkan Einstein di Akademi Prusia pada 25 November 1915, oleh penemunya sendiri "hanya" berhasil dipecahkan dengan penyelesaian pendekatan. Bahkan dalam perkiraan Einstein, tidak akan mungkin menemukan solusi eksak dari persamaan medan temuannya tersebut.
Istilah lubang hitam sendiri menggambarkan kondisi kelengkungan ruang-waktu di sekitar benda bermassa dengan medan gravitasi yang sangat kuat. Menurut teori relativitas umum, kehadiran massa akan mendistorsi ruang dan waktu. Dalam bahasa yang sederhana, kehadiran massa akan melengkungkan ruang dan waktu di sekitarnya. Ilustrasi yang umum digunakan untuk mensimulasikan kelengkungan ruang di sekitar benda bermassa dalam relativitas umum adalah dengan menggunakan lembaran karet sangat elastis untuk mendeskripsikan ruang 3 dimensi ke dalam ruang 2 dimensi.
Bila kita mencoba menggelindingkan sebuah bola pingpong di atas hamparan lembaran karet tersebut, bola akan bergerak lurus dengan hanya memberi sedikit tekanan pada lembaran karet. Sebaliknya, bila kita letakkan bola biliar yang massanya lebih besar (masif) dibandingkan bola pingpong, akan kita dapati lembaran karet melengkung dengan cekungan di pusat yang ditempati oleh bola biliar tersebut. Semakin masif bola yang kita gunakan, akan semakin besar tekanan yang diberikan dan semakin dalam pula cekungan pusat yang dihasilkan pada lembaran karet.
Sudah menjadi pengetahuan publik bila gerak Bumi dan planet-planet lain dalam tata surya mengorbit Matahari sebagai buah kerja dari gaya gravitasi, sebagaimana yang telah dibuktikan oleh Isaac Newton pada tahun 1687 dalam Principia Mathematica-nya. Melalui persamaan matematika yang menjelaskan hubungan antara kelengkungan ruang dan distribusi massa di dalamnya, Einstein ingin memberikan gambaran tentang gravitasi yang berbeda dengan pendahulunya tersebut. Bila sekarang kita menggulirkan bola yang lebih ringan di sekitar bola yang masif pada lembaran karet di atas, kita menjumpai bahwa bola yang ringan tidak lagi mengikuti lintasan lurus sebagaimana yang seharusnya, melainkan mengikuti kelengkungan ruang yang terbentuk di sekitar bola yang lebih masif. Cekungan yang dibentuk telah berhasil "menangkap" benda bergerak lainnya sehingga mengorbit benda pusat yang lebih masif tersebut. Inilah deskripsi yang sama sekali baru tentang penjelasan gerak mengorbitnya planet-planet di sekitar Matahari a la relativitas umum. Dalam kasus lain bila benda bergerak menuju ke pusat cekungan, benda tersebut tentu akan tertarik ke arah benda pusat. Ini juga memberi penjelasan tentang fenomena jatuhnya meteoroid ke Matahari, Bumi, atau planet-planet lainnya.
Radius kritis
Melalui persamaan matematisnya yang berlaku untuk sembarang benda berbentuk bola sebagai solusi eksak atas persamaan medan Einstein, Schwarzschild menemukan bahwa terdapat suatu kondisi kritis yang hanya bergantung pada massa benda tersebut. Bila jari-jari benda tersebut (bintang misalnya) mencapai suatu harga tertentu, ternyata kelengkungan ruang-waktu menjadi sedemikian besarnya sehingga tak ada satupun yang dapat lepas dari permukaan benda tersebut, tak terkecuali cahaya yang memiliki kelajuan 300.000 kilometer per detik! Jari-jari kritis tersebut sekarang disebut Jari-jari Schwarzschild, sementara bintang masif yang mengalami keruntuhan gravitasi sempurna seperti itu, untuk pertama kalinya dikenal dengan istilah lubang hitam dalam pertemuan fisika ruang angkasa di New York pada tahun 1969.
Untuk menjadi lubang hitam, menurut persamaan Schwarzschild, Matahari kita yang berjari-jari sekira 700.000 kilometer harus dimampatkan hingga berjari-jari hanya 3 kilometer saja. Sayangnya, bagi banyak ilmuwan kala itu, hasil yang diperoleh Schwarzschild dipandang tidak lebih sebagai sebuah permainan matematis tanpa kehadiran makna fisis. Einstein termasuk yang beranggapan demikian. Akan terbukti belakangan, keadaan ekstrem yang ditunjukkan oleh persamaan Schwarzschild sekaligus model yang diajukan fisikawan Amerika Robert Oppenheimer beserta mahasiswanya, Hartland Snyder, pada 1939 yang berangkat dari perhitungan Schwarzschild berhasil ditunjukkan dalam sebuah simulasi komputer.
Kelahiran lubang hitam
Bagaimana proses fisika hingga terbentuknya lubang hitam? Bagi mahasiswa tingkat sarjana di Departemen Astronomi, mereka mempelajari topik ini di dalam perkuliahan evolusi Bintang. Waktu yang diperlukan kumpulan materi antarbintang (sebagian besar hidrogen) hingga menjadi "bintang baru" yang disebut sebagai bintang deret utama (main sequence star), bergantung pada massa cikal bakal bintang tersebut. Makin besar massanya, makin singkat pula waktu yang diperlukan untuk menjadi bintang deret utama. Energi yang dimiliki "calon" bintang ini semata-mata berasal dari pengerutan gravitasi. Karena pengerutan gravitasi inilah temperatur di pusat bakal bintang menjadi meninggi.
Dari mana bintang-bintang mendapatkan energi untuk menghasilkan kalor dan radiasi, pertama kali dipaparkan oleh astronom Inggris Sir Arthur Stanley Eddington. Sir Eddington juga yang pernah memimpin ekspedisi gerhana Matahari total ke Pulau Principe di lepas pantai Afrika pada 29 Mei 1919 untuk membuktikan ramalan teori relativitas umum tentang pembelokan cahaya bintang di dekat Matahari. Meskipun demikian, fisikawan nuklir Hans Bethe-lah yang pada tahun 1938 berhasil menjelaskan bahwa reaksi fusi nuklir (penggabungan inti-inti atom) di pusat bintang dapat menghasilkan energi yang besar. Pada temperatur puluhan juta Kelvin, inti-inti hidrogen (materi pembentuk bintang) mulai bereaksi membentuk inti helium. Energi yang dibangkitkan oleh reaksi nuklir ini membuat tekanan radiasi di dalam bintang dapat menahan pengerutan yang terjadi. Bintang pun kemudian berada dalam kesetimbangan hidrostatik dan akan bersinar terang dalam waktu jutaan bahkan milyaran tahun ke depan bergantung pada massa awal yang dimilikinya.
Semakin besar massa awal bintang, semakin cepat laju pembangkitan energinya sehingga semakin singkat pula waktu yang diperlukan untuk menghabiskan pasokan bahan bakar nuklirnya. Manakala bahan bakar tersebut habis, tidak akan ada lagi yang mengimbangi gravitasi, sehingga bintang pun mengalami keruntuhan kembali.
Nasib akhir sebuah bintang ditentukan oleh kandungan massa awalnya. Artinya, tidak semua bintang akan mengakhiri hidupnya sebagai lubang hitam. Untuk bintang-bintang seukuran massa Matahari kita, paling jauh akan menjadi bintang katai putih (white dwarf) dengan jari-jari lebih kecil daripada semula, namun dengan kerapatan mencapai 100 hingga 1000 kilogram tiap centimeter kubiknya! Tekanan elektron terdegenerasi akan menahan keruntuhan lebih lanjut sehingga bintang kembali setimbang. Karena tidak ada lagi sumber energi di pusat bintang, bintang katai putih selanjutnya akan mendingin menjadi bintang katai gelap (black dwarf).
Untuk bintang-bintang dengan massa awal yang lebih besar, setelah bintang melontarkan bagian terluarnya akan tersisa bagian inti yang mampat. Jika massa inti yang tersisa tersebut lebih besar daripada 1,4 kali massa Matahari (massa Matahari: 2x10 pangkat 30 kilogram), gravitasi akan mampu mengatasi tekanan elektron dan lebih lanjut memampatkan bintang hingga memaksa elektron bergabung dengan inti atom (proton) membentuk netron. Bila massa yang dihasilkan ini kurang dari 3 kali massa Matahari, tekanan netron akan menghentikan pengerutan untuk menghasilkan bintang netron yang stabil dengan jari-jari hanya belasan kilometer saja. Sebaliknya, bila massa yang dihasilkan pasca ledakan bintang lebih dari 3 kali massa Matahari, tidak ada yang bisa menahan pengerutan gravitasi. Bintang akan mengalami keruntuhan gravitasi sempurna membentuk objek yang kita kenal sebagai lubang hitam. Bila bintang katai putih dapat dideteksi secara fotografik dan bintang netron dengan teleskop radio, lubang hitam tidak akan pernah dapat kita lihat secara langsung!
Mengenali lubang hitam
Bila memang lubang hitam tidak akan pernah bisa kita lihat secara langsung, lantas bagaimana kita bisa meyakini keberadaannya? Untuk menjawab pertanyaan ini, John Wheeler sebagai tokoh yang mempopulerkan istilah lubang hitam, memiliki sebuah perumpamaan yang menarik. Bayangkan Anda berada di sebuah pesta dansa di mana para pria mengenakan tuksedo hitam sementara para wanita bergaun putih panjang. Mereka berdansa sambil berangkulan, dan karena redupnya penerangan di dalam ruangan, Anda hanya dapat melihat para wanita dalam balutan busana putih mereka. Nah, wanita itu ibarat bintang kasat mata sementara sang pria sebagai lubang hitamnya. Meskipun Anda tidak melihat pasangan prianya, dari gerakan wanita tersebut Anda dapat merasa yakin bahwa ada sesuatu yang menahannya untuk tetap berada dalam "orbit dansa".
Demikianlah para astronom dalam mengenali keberadaan sebuah lubang hitam. Mereka menggunakan metode tak langsung melalui pengamatan bintang ganda yang beranggotakan bintang kasat mata dan sebuah objek tak tampak. Beruntung, semesta menyediakan sampel bintang ganda dalam jumlah yang melimpah. Kenyataan ini bukanlah sesuatu yang mengherankan, sebab bintang-bintang memang terbentuk dalam kelompok. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa di galaksi kita, Bima Sakti, terdapat banyak bintang yang merupakan anggota suatu gugus bintang ataupun asosiasi.
Telah disebutkan di atas bahwa medan gravitasi lubang hitam sangat kuat, jauh lebih kuat daripada bintang kompak lainnya seperti bintang "katai putih" maupun bintang netron. Dalam sebuah sistem bintang ganda berdekatan, objek yang lebih masif dapat menarik materi dari bintang pasangannya. Demikian pula dengan lubang hitam. lubang hitam menarik materi dari bintang pasangan dan membentuk cakram akresi di sekitarnya (bayangkan sebuah donat yang pipih bentuknya). Bagian dalam dari cakram yang bergerak dengan kelajuan mendekati kelajuan cahaya, akan melepaskan energi potensial gravitasinya ketika jatuh ke dalam lubang hitam. Energi yang sedemikian besar diubah menjadi kalor yang akan memanaskan molekul-molekul gas hingga akhirnya terpancar sinar-X dari cakram akresi tersebut. Sinar-X yang dihasilkan inilah yang digunakan oleh para astronom untuk mencurigai keberadaan sebuah lubang hitam dalam suatu sistem bintang ganda. Untuk lebih meyakinkan bahwa bintang kompak tersebut benar-benar lubang hitam alih-alih bintang "katai putih" ataupun bintang netron, astronom menaksir massa objek tersebut dengan perangkat matematika yang disebut fungsi massa. Bila diperoleh massa bintang kompak lebih dari 3 kali massa Matahari, besar kemungkinan objek tersebut adalah lubang hitam.***


Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers