Ketika Klinik Masuk Pusat Belanja Kamis, 06 April 2006 Oleh : Yuyun Manopol & S. Ruslina Klinik kesehatan kini tak melulu terkesan dingin, kaku dan serius. Buktinya, sekarang ada Semanggi Specialist Clinic (SSC), yang berani membuka diri di salah satu pusat perbelanjaan ternama di Jakarta, Plaza Semanggi. Luas klinik yang berada di lantai 7 plaza ini tak tanggung-tanggung, mencapai 500 m2. Tampilannya pun terkesan eksklusif, berkelas, sekaligus cozy. Inisiatornya adalah Siloam Gleneagles Hospital Group (SG), jaringan manajemen rumah sakit ternama asal Singapura. Nilai investasi yang ditanamkan SG untuk membuka klinik di Plaza Semanggi ini sekitar Rp 7 miliar. Langkah SG kali ini memang tak lazim. Maklum, selama ini rumah sakitnya (SG Lippo Karawaci, SG Lippo Cikarang, Siloam Graha Medika Hospital dan SG Surabaya) umumnya mengambil lokasi di pinggiran kota besar, seperti di Lippo Karawaci dan Lippo Cikarang. Namun, lewat klinik ini, SG mencoba menyambangi konsumennya lebih dekat, yakni ke tengah kota, dan menyasar pusat keramaian seperti di mal/plaza perbelanjaan. S. Chandra Rahardja, CEO Siloam Gleneagles-Specialist Medical Clinics, mengatakan bahwa dibangunnya klinik ini merupakan salah satu upaya perusahaan induk memperluas jaringan. Saat ini yang menjadi salah satu kendala SG adalah cukup banyaknya pasien yang kesulitan menjangkau lokasi rumah sakit. Jadi, SG memutuskan menjangkau mereka dengan membentuk klinik-klinik. Nah, SSC yang mulai beroperasi pada 25 November 2005 merupakan klinik pertama SG di pusat kota. "Setelah kita teliti, banyak pasien kita yang bekerja di kawasan Segi Tiga Emas," ujar pria yang telah berkarier dalam manajemen rumah sakit selama 15 tahun ini. Menariknya, SSC menawarkan layanan perawatan kesehatan cukup komplet. Tak hanya meliputi masalah kesehatan umumnya, tapi juga kecantikan. Seperti dituturkan Chandra, layanan dimulai dari perawatan badan-muka-kulit-gigi, general check-up, gizi, layanan laboratorium hingga obat-obatan. "Malah, kami bisa memermak tubuh segala, lho," katanya setengah promosi. Dengan kata lain, SSC memang berupaya menjalankan konsep one stop service. Kendati begitu, ada dua layanan unggulan klinik yang diperkuat 29 dokter spesialis ini. Pertama, perawatan kulit dan kecantikan (skin and beauty care). Di sini SSC melengkapi diri dengan sejumlah peralatan yang canggih. Misalnya, Estera, alat yang dipakai untuk memuluskan kulit. "Saat ini baru kami yang memiliki alat semacam ini," ujar Chandra bangga. SSC juga memiliki fasilitas laser dan thermate untuk face-lift (bedah kecantikan wajah). Di Jakarta, menurutnya, peralatan yang disebut terakhir ini baru dimiliki tiga rumahsakit. Dua di antaranya, Jakarta Skin Center dan ErHa Clinic. Peralatan lain yang menjadi keistimewaan SSC adalah IPL, digunakan untuk mengencangkan kulit, dan BCA (Body Composition Analizer) yang dapat mendeteksi usia pasien. Layanan unggulan kedua adalah klinik gigi. Di sini disediakan layanan spesialisasi yang lengkap, mulai dari dokter gigi umum, ortodonsi, prosodonsi, oral surgeon sampai spesialis implan gigi.. Target pasar klinik yang mematok biaya konsultasi Rp 50-150 ribu ini adalah orang perkantoran dan pengunjung mal, atau masyarakat menengah-atas. Untuk menggaet kelas pelanggan ini, Chandra mengatakan, perusahaan tengah menggodok sejumlah rencana. Langkah pertama, membuat acara di area Plaza Semanggi. Antara lain berupa talk show dan seminar yang bertema kecantikan atau kesehatan. Untuk itu, SSC yang menargetkan menerima 50 pasien per hari akan mengundang sejumlah komunitas, seperti ibu-ibu anggota arisan, PKK dan aktivitas keagamaan. Kebetulan, karena masih terkait dengan Grup Lippo, perusahaan ini memiliki sejumlah data dari Lippo Bank dan agen properti di Lippo Land. "Member-nya banyak yang melakukan kegiatan arisan," ujar Chandra. Pihaknya juga akan bekerja sama dengan beberapa tenant seperti kafe dan resto. Dalam hal ini, SSC akan memberikan hadiah vocer makan gratis di kafe dan resto tertentu untuk pasien yang datang beberapa kali.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar