Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia
Oleh : Wawan Wardiana
Peneliti Pusat Penelitian Informatika - Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia
Disampaikan pada Seminar dan Pameran Teknologi
Informasi 2002, Fakultas Teknik Universitas Komputer
Indonesia (UNIKOM) Jurusan Teknik Informatika, tanggal
9 Juli 2002
Abstract
Growth of information technology can improve
performance and enable various activity can be
executed swiftly, precisely and accurate , so that
finally will improve productivity. Growth of
information technology show the popping out of various
activity type being based on this technology, like
e-government, e-commerce, e-education, e-medicine,
e-laboratory, and other, which is all the things have
electronics based.
Intisari
Perkembangan teknologi informasi dapat meningkatkan
kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat
dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, sehingga
akhirnya akan meningkatkan produktivitas.
Perkem-bangan teknologi informasi memper-lihatkan
bermunculannya berbagai jenis kegiatan yang berbasis
pada teknologi ini, seperti e-government, e- commerce,
e-education, e-medicine, e-e-laboratory, dan lainnya,
yang kesemuanya itu berbasiskan elektronika.
Pendahuluan
Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang
digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses,
mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data
dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang
berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan
tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi,
bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang
strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi ini
menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data,
sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer
dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan,
dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat
disebar dan diakses secara global.
Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi
informasi ini adalah mendapatkan informasi untuk
kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan,
hobi, rekreasi, dan rohani. Kemudian untuk profesi
seperti sains, teknologi, perdagangan, berita bisnis,
dan asosiasi profesi. Sarana kerjasama antara pribadi
atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok
yang lainnya tanpa mengenal batas jarak dan waktu,
negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor
lainnya yang dapat menghambat bertukar pikiran.
Perkembangan Teknologi Informasi memacu suatu cara
baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai
dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan
e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh
berbagai kebutuhan secara elektronik. Dan sekarang ini
sedang semarak dengan berbagai huruf yang dimulai
dengan awalan e
seperti e-commerce, e-government, e-education,
e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory,
e-biodiversitiy, dan yang lainnya lagi yang berbasis
elektronika.
Evolusi Ekonomi Global
Sampai dua ratus tahun yang lalu ekonomi dunia
bersifat agraris dimana salah satu ciri utamanya
adalah tanah merupakan faktor produksi yang paling
dominan. Sesudah terjadi revolusi industri, dengan
ditemukannya mesin uap, ekonomi global ber-evolusi ke
arah ekonomi industri dengan ciri utamanya adalah
modal sebagai faktor produksi yang paling penting.
Menjelang peralihan abad sekarang inl, cenderung
manusia menduduki tempat sentral dalam proses
produksi, karena tahap ekonomi yang sedang kita masuki
ini berdasar pada pengetahuan (knowledge based) dan
berfokus pada informasi (information focused). Dalam
hal ini telekomunikasi dan informatika memegang
peranan sebagai teknologi kunci (enabler technology).
Kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi begitu
pesat, sehingga memungkinkan diterapkannya cara-cara
baru yang lebih efisien untuk produksi, distribusi dan
konsumsi barang dan jasa. Proses inilah yang membawa
manusia ke dalam Masyarakat atau Ekonomi Informasi.
Masyarakat baru ini juga sering disebut sebagai
masyarakat pasca industri.
Apapun namanya, dalam era informasi, jarak fisik atau
jarak geografis tidak lagi menjadi faktor dalam
hubungan antar manusia atau antar lembaga usaha,
sehingga jagad ini menjadi suatu dusun semesta atau
"Global village�?. Sehingga sering kita dengar
istilah "jarak sudah mati" atau "distance is
dead" makin lama makin nyata kebenarannya.
Peran Teknologi Informasi
Dalam kehidupan kita dimasa mendatang, sektor
teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan
sektor yang paling dominan. Siapa saja yang menguasai
teknologi ini, maka dia akan menjadi pemimpin dalam
dunianya. Teknologi informasi banyak berperan dalam
bidang-bidang antara lain :
Bidang pendidikan(e-education).
Globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran
dalam dunia pendidikan dari pendidikan tatap muka yang
konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka
(Mukhopadhyay M., 1995). Sebagai contoh kita melihat
di Perancis proyek "Flexible Learning�?. Hal ini
mengingatkan pada ramalan Ivan Illich awal tahun 70-an
tentang "Pendidikan tanpa sekolah (Deschooling
Socieiy)" yang secara ekstrimnya guru tidak lagi
diperlukan.
Bishop G. (1989) meramalkan bahwa pendidikan masa
mendatang akan bersifat luwes (flexible), terbuka, dan
dapat diakses oleh siapapun juga yang memerlukan tanpa
pandang faktor jenis, usia, maupun pengalaman
pendidikan sebelumnya.
Mason R. (1994) berpendapat bahwa pendidikan mendatang
akan lebih ditentukan oleh jaringan informasi yang
memungkinkan berinteraksi dan kolaborasi, bukannya
gedung sekolah. Namun, teknologi tetap akan
memperlebar jurang antara di kaya dan si miskin.
Tony Bates (1995) menyatakan bahwa teknologi dapat
meningkatkan kualitas dan jangkauan bila digunakan
secara bijak untuk pendidikan dan latihan, dan
mempunyai arti yang sangat penting bagi kesejahteraan
ekonomi.
Alisjahbana I. (1966) mengemukakan bahwa pendekatan
pendidikan dan pelatihan nantinya akan bersifat
"Saat itu juga (Just on Time)�?. Teknik pengajaran
baru akan bersifat dua arah, kolaboratif, dan
inter-disipliner.
Romiszowski & Mason (1996) memprediksi penggunaan
"Computer-based Multimedia Communication (CMC)�?
yang bersifat sinkron dan asinkron.
Dari ramalan dan pandangan para cendikiawan di atas
dapat disimpulkan bahwa dengan masuknya pengaruh
globalisasi, pendidikan masa mendatang akan lebih
bersifat terbuka dan dua arah, beragam,
multidisipliner, serta terkait pada produktivitas
kerja "saat itu juga�? dan kompetitif.
Kecenderungan dunia pendidikan di Indonesia di masa
mendatang adalah:
- Berkembangnya pendidikan terbuka dengan modus
belajar jarak jauh (Distance Learning). Kemudahan
untuk menyelenggarakan pendidikan terbuka dan jarak
jauh perlu dimasukan sebagai strategi utama.
- Sharing resource bersama antar lembaga pendidikan /
latihan dalam sebuah jaringan
- Perpustakaan & instrumen pendidikan lainnya (guru,
laboratorium) berubah fungsi menjadi sumber informasi
daripada sekedar rak buku.
- Penggunaan perangkat teknologi informasi interaktif,
seperti CD-ROM Multimedia, dalam pendidikan secara
bertahap menggantikan TV dan Video.
Dengan adanya perkembangan teknologi informasi dalam
bidang pendidikan, maka pada saat ini sudah
dimungkinkan untuk diadakan belajar jarak jauh dengan
menggunakan media internet untuk menghubungkan antara
mahasiswa dengan dosennya, melihat nilai mahasiswa
secara online, mengecek keuangan, melihat jadwal
kuliah, mengirimkan berkas tugas yang diberikan dosen
dan sebagainya, semuanya itu sudah dapat dilakukan.
Faktor utama dalam distance learning yang selama ini
dianggap masalah adalah tidak adanya interaksi antara
dosen dan mahasiswanya. Namun demikian, dengan media
internet sangat dimungkinkan untuk melakukan interaksi
antara dosen dan siswa baik dalam bentuk real time
(waktu nyata) atau tidak. Dalam bentuk real time dapat
dilakukan misalnya dalam suatu chatroom, interaksi
langsung dengan real audio atau real video, dan online
meeting. Yang tidak real time bisa dilakukan dengan
mailing list, discussion group, newsgroup, dan buletin
board. Dengan cara di atas interaksi dosen dan
mahasiswa di kelas mungkin akan tergantikan walaupun
tidak 100%. Bentuk-bentuk materi, ujian, kuis dan cara
pendidikan lainnya dapat juga diimplementasikan ke
dalam web, seperti materi dosen dibuat dalam bentuk
presentasi di web dan dapat di download oleh siswa.
Demikian pula dengan ujian dan kuis yang dibuat oleh
dosen dapat pula dilakukan dengan cara yang sama.
Penyelesaian administrasi juga dapat diselesaikan
langsung dalam satu proses registrasi saja, apalagi di
dukung dengan metode pembayaran online.
Suatu pendidikan jarak jauh berbasis web antara lain
harus memiliki unsur sebagai berikut: (1) Pusat
kegiatan siswa; sebagai suatu community web based
distance learning harus mampu menjadikan sarana ini
sebagai tempat kegiatan mahasiswa, dimana mahasiswa
dapat menambah kemampuan, membaca materi kuliah,
mencari informasi dan sebagainya. (2) Interaksi dalam
grup; Para mahasiswa dapat berinteraksi satu sama lain
untuk mendiskusikan materi-materi yang diberikan
dosen. Dosen dapat hadir dalam group ini untuk
memberikan sedikit ulasan tentang materi yang
diberikannya. (3) Sistem administrasi mahasiswa;
dimana para mahasiswa dapat melihat informasi mengenai
status mahasiswa, prestasi mahasiswa dan sebagainya.
(4) Pendalaman materi dan ujian; Biasanya dosen sering
mengadakan quis singkat dan tugas yang bertujuan untuk
pendalaman dari apa yang telah diajarkan serta
melakukan test pada akhir masa belajar. Hal ini juga
harus dapat diantisipasi oleh web based distance
learning (5) Perpustakaan digital; Pada bagian ini,
terdapat berbagai informasi kepustakaan, tidak
terbatas pada buku tapi juga pada kepustakaan digital
seperti suara, gambar dan sebagainya. Bagian ini
bersifat sebagai penunjang dan berbentuk database. (6)
Materi online diluar materi kuliah; Untuk menunjang
perkuliahan, diperlukan juga bahan bacaan dari web
lainnya. Karenanya pada bagian ini, dosen dan siswa
dapat langsung terlibat untuk memberikan bahan lainnya
untuk di publikasikan kepada mahasiswa lainnya melalui
web.
Mewujudkan ide dan keinginan di atas dalam suatu
bentuk realitas bukanlah suatu pekerjaan yang mudah
tapi bila kita lihat ke negara lain yang telah lama
mengembangkan web based distance learning, sudah
banyak sekali institusi atau lembaga yang memanfaatkan
metode ini. Bukan hanya skill yang dimiliki oleh para
engineer yang diperlukan tapi juga berbagai
kebijaksanaan dalam bidang pendidikan sangat
mempengaruhi perkembangannya. Jika dilihat dari
kesiapan sarana pendukung misalnya hardware, maka
agaknya hal ini tidak perlu diragukan lagi. Hanya satu
yang selalu menjadi perhatian utama pengguna internet
di Indonesia yaitu masalah bandwidth, tentunya dengan
bandwidth yang terbatas ini mengurangi kenyamanan
khususnya pada non text based material. Di luar
negeri, khususnya di negara maju, pendidikan jarak
jauh telah merupakan alternatif pendidikan yang cukup
digemari. Metoda pendidikan ini diikuti oleh para
mahasiswa, karyawan, eksekutif, bahkan ibu rumah
tangga dan orang lanjut usia (pensiunan). Beberapa
tahun yang lalu pertukaran materi dilakukan dengan
surat menyurat, atau dilengkapi dengan materi audio
dan video. Saat ini hampir seluruh program distance
learning di Amerika, Australia dan Eropa dapat juga
diakses melalui internet. Studi yang dilakukan oleh
Amerika, sangat mendukung dikembangkannya e-learning,
menyatakan bahwa computer based learning sangat
efektif, memungkinkan 30% pendidikan lebih baik, 40%
waktu lebih singkat, dan 30% biaya lebih murah. Bank
Dunia (World bank) pada tahun 1997 telah mengumumkan
program Global Distance Learning Network (GDLN) yang
memiliki mitra sebanyak 80 negara di dunia. Melalui
GDLN ini maka World Bank dapat memberikan e-learning
kepada mahasiswa 5 kali lebih banyak (dari 30 menjadi
150 mahasiswa) dengan biaya 31% lebih murah.
Dalam era global, penawaran beasiswa muncul di
internet. Bagi sebagian besar mahasiswa di dunia, uang
kuliah untuk memperoleh pendidikan yang terbaik
umumnya masih dirasakan mahal. Amat disayangkan
apabila ada mahasiswa yang pandai di kelasnya tidak
dapat meneruskan sekolah hanya karena tidak mampu
membayar uang kuliah. Informasi beasiswa merupakan
kunci keberhasilan dapat me no long mahasiswa yang
berpotensi tersebut.
Dalam Bidang Pemerintahan (e-government).
E-government mengacu pada penggunaan teknologi
informasi oleh pemerintahan, seperti menggunakan
intranet dan internet, yang mempunyai kemampuan
menghubungkan keperluan penduduk, bisnis, dan kegiatan
lainnya. Bisa merupakan suatu proses transaksi bisnis
antara publik dengan pemerintah melalui sistem otomasi
dan jaringan internet, lebih umum lagi dikenal sebagai
world wide web. Pada intinya e-government adalah
penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan
hubungan antara pemerintah dan pihak-pihak lain.
penggunaan teknologi informasi ini kemudian
menghasilkan hubungan bentuk baru seperti: G2C
(Governmet to Citizen), G2B (Government to Business),
dan G2G (Government to Government).
Manfaat e-government yang dapat dirasakan antara lain:
(1) Pelayanan servis yang lebih baik kepada
masyarakat. Informasi dapat disediakan 24 jam sehari,
7 hari dalam seminggu, tanpa harus menunggu dibukanya
kantor. Informasi dapat dicari dari kantor, rumah,
tanpa harus secara fisik datang ke kantor
pemerintahan. (2) Peningkatan hubungan antara
pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum. Adanya
keterbukaan (transparansi) maka diharapkan hubungan
antara berbagai pihak menjadi lebih baik. Keterbukaan
ini menghilangkan saling curiga dan kekesalan dari
semua pihak. (3) Pemberdayaan masyarakat melalui
informasi yang mudah diperoleh. Dengan adanya
informasi yang mencukupi, masyarakat akan belajar
untuk dapat menentukan pilihannya. Sebagai contoh,
data-data tentang sekolah: jumlah kelas, daya tampung
murid, passing grade, dan sebagainya, dapat
ditampilkan secara online dan digunakan oleh orang tua
untuk memilihkan sekolah yang pas untuk anaknya. (4)
Pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien. Sebagai
contoh, koordinasi pemerintahan dapat dilakukan
melalui e-mail atau bahkan video conference. Bagi
Indonesia yang luas areanya sangat besar, hal ini
sangat membantu. Tanya jawab, koordinasi, diskusi
antara pimpinan daerah dapat dilakukan tanpa
kesemuanya harus berada pada lokasi fisik yang sama.
Tidak lagi semua harus terbang ke Jakarta untuk
pertemuan yang hanya berlangsung satu atau dua jam
saja.
Tuntutan masyarakat akan pemerintahan yang baik sudah
sangat mendesak untuk dilaksanakan oleh aparatur
pemerintah. Salah satu solusi yang diperlukan adalah
keterpaduan sistem penyelenggaraan pemerintah melalui
jaringan sistem informasi on- line antar instansi
pemerintah baik pusat dan daerah untuk mengakses
seluruh data dan informasi terutama yang berhubungan
dengan pelayanan publik. Dalam sektor pemerintah,
perubahan lingkungan strategis dan kemajuan teknologi
mendorong aparatur pemerintah untuk mengantisipasi
paradigma baru dengan upaya peningkatan kinerja
birokrasi serta perbaikan pelayanan menuju terwujudnya
pemerintah yang baik (good govermance). Hal terpenting
yang harus dicermati adalah sektor pemerintah
merupakan pendorong serta fasilitator dalam
keberhasilan berbagai kegiatan pembangunan, oleh
karena itu keberhasilan pembangunan harus didukung
oleh kecepatan arus data dan informasi antar instansi
agar terjadi keterpaduan sistem antara pemerintah
dengan pihak penggunan lainnya. Upaya percepatan
penerapan e- Government, masih menemui kendala karena
saat ini belum semua daerah menyelenggarakannya.
Apalagi masih ada anggapan e-Government hanya membuat
web site saja sosialisasinya tidak terlaksana dengan
optimal. Namun berdasarkan Inpres, pembangunan sistem
informasi pemerintahan terpadu ini akan terealisasi
sampai tahun 2005 mendatang. Kendati demikian yang
terpenting adalah menghapus opini salah yang
menganggap penerapan e-Government ini sebagai sebuah
proyek, padahal merupakan sebuah sistem yang akan
memadukan subsistem yang tersebar di seluruh daerah
dan departemen.
Bidang Keuangan dan Perbankan
Saat ini telah banyak para pelaku ekonomi, khususnya
di kota-kota besar yang tidak lagi menggunakan uang
tunai dalam transaksi pembayarannya, tetapi telah
memanfaatkan layanan perbankan modern.
Layanan perbankan modern yang hanya ada di kota-kota
besar ini dapat dimaklumi karena pertumbuhan ekonomi
saat ini yang masih terpusat di kota-kota besar saja,
yang menyebabkan perputaran uang juga terpusat di
kota-kota besar. Sehingga sektor perbankan pun agak
lamban dalam ekspansinya ke daerah-daerah. Hal ini
sedikit banyak disebabkan oleh kondisi infrastruktur
saat ini selain aspek geografis Indonesia yang unik
dan luas.
Untuk menunjang keberhasilan operasional sebuah
lembaga keuangan/perbankan seperti bank, sudah pasti
diperlukan sistem informasi yang handal yang dapat
diakses dengan mudah oleh nasabahnya, yang pada
akhirnya akan bergantung pada teknologi informasi
online, sebagai contoh, seorang nasabah dapat menarik
uang dimanapun dia berada selama masih ada layanan ATM
dari bank tersebut, atau seorang nasabah dapat
mengecek saldo dan mentransfer uang tersebut ke
rekening yang lain hanya dalam hitungan menit saja,
semua transaksi dapat dilakukan.
Pengembangan teknologi dan infrastruktur telematika di
Indonesia akan sangat membantu pengembangan industri
di sektor keuangan ini, seperti perluasan cakupan
usaha dengan membuka cabang-cabang di daerah, serta
pertukaran informasi antara sesama perusahaan
asuransi, broker, industri perbankan, serta lembaga
pembiayaan lainnya.
Institusi perbankan dan keuangan telah dipengaruhi
dengan kuat oleh pengembangan produk dalam teknologi
informasi, bahkan mereka tidak dapat beroperasi lagi
tanpa adanya teknologi informasi tersebut. Sektor ini
memerlukan pengembangan produk dalam teknologi
informasi untuk memberikan jasa-jasa mereka kepada
pelanggan mereka.
Program pengembangan sistem informasi di Indonesia
Program pengembanan sistem informasi (program 16.6.01)
dimaksudkan untuk mengembangkan sistem informasi yang
diperlukan untuk meningkatkan masuknya informasi ilmu
pengetahuan dan teknologi yang terjadi di dunia
internasional, memperlancar pertukaran dan penyebaran
informasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta
meningkatkan sistem perencanaan, pengelolaan,
pemantauan kegiatan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi.
Besarnya biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk
melakukan kajian, penelitian, penerapan penguasaan
dibidang teknologi informasi selama kurun waktu tahun
anggaran 1997/1998 sampai 2001 dapat dilihat pada
Tabel dibawah ini.
Tabel di bawah memperlihatkan APBN (rupiah murni)
untuk program pengembangan sistem informasi, tahun
anggaran 1997/1998 sampai 2001
Tabel. APBN untuk pengembangan sistem informasi tahun
1997/1998 sampai 2001No Tahun Anggaran Anggaran
(jutaan rupiah)
1 1997/1998 28.235
2 1998/1999 32.622
3 1999/2000 24.538
4 2000 52.236
5 2001 30.956
Penutup
Perkembangan teknologi informasi Indonesia sangat
dipengaruhi oleh kemampuan sumber daya manusia dalam
memahami komponen teknologi informasi, seperti
perangkat keras dan perangkat lunak komputer; sistem
jaringan baik berupa LAN ataupun WAN dan sistem
telekomunikasi yang akan digunakan untuk mentransfer
data. Kebutuhan akan tenaga yang berbasis teknologi
informasi masih terus meningkat; hal ini bisa terlihat
dengan banyaknya jenis pekerjaan yang memerlukan
kemampuan di bidang teknologi informasi di berbagai
bidang; juga jumlah SDM berkemampuan di bidang
teknologi informasi masih sedikit, jika dibandingkan
dengan jumlah penduduk Indonesia.
Diperlukan suatu kerangka teknologi informasi nasional
yang akan mewujudkan masyarakat Indonesia siap
menghadapi AFTA 2003 yang dapat menyediakan akses
universal terhadap informasi kepada masyarakat luas
secara adil dan merata, meningkatkan koordinasi dan
pendayagunaan informasi secara optimal, meningkatkan
efisiensi dan produktivitas, meningkatkan kualitas dan
kuantitas sumberdaya manusia, meningkatkan pemanfaatan
infrastruktur teknologi informasi, termasuk penerapan
peraturan perundang-undangan yang mendukungnya;
mendorong pertumbuhan ekonomi dengan pemanfaatan dan
pengembangan teknologi informasi.
Akhirnya, era perdagangan bebas Asean benar-benar
berlaku yang kita kenal dengan ASEAN Free Trade Area
(AFTA) resmi berlaku di tahun 2003 ini. Inilah salah
satu kenyataan globalisasi perekonomian dunia yang
nyata. Integrasi perekonomian nasional dengan
perekonomian regional/global seperti AFTA, APEC,
WTO/GATT memang tidak bisa dihindari. Suka atau tidak
suka, mau atau tidak mau, kenyataan integrasi
perekonomian dunia ini memang harus dihadapi.
Pustaka
- Natakusumah, E.K., "Perkembangan Teknologi
Informasi di Indonesia.", Pusat Penelitian
informatika – LIPI Bandung, 2002
- Natakusumah, E.K., "Perkembangan Teknologi
Informasi untuk Pembelajaran Jarak Jauh.", Orasi
Ilmiah disampaikan pada Wisuda STMIK BANDUNG, Januari
2002.
- California Distance Learning Project - working to
increase access to adult basic learning services by
improving distance learning infrastructure.
http://www.cdiponline.org/
- http://www.bexi.co.id
- http://www.gksoft.com/govt/en/id.html
- Konsep Nusantara - 21, http://n21.net.id
- Richardus Eko Indrajit , "Evolusi Perkembangan
Teknologi Informasi", Renaissance Research Centre
- Prayoto, "Menyoal Kualitas Sumber Daya Manusia
Indonesia", Fakultas Teknik UNIKOM, 2002 Bandung
- The World Bank Group, E-government definition;
http://www1. worldbank.org/publicsektor/
egov/definition.htm.
- Tim Koordinasi Telematika Indonesia. "Kerangka
Teknologi Informasi Nasional", Jakarta, Februari 2001.
________________________________________________________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar